logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Bekali Ketua RT/RW Kebonsari Mitigasi Bencana Jelang Musim Hidrometeorologi

  • 20 Oktober 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-bekali-ketua-rtrw-kebonsari-mitigasi-bencana-jelang-musim-hidrometeorologi-20261021

BPBD Jember Bekali Ketua RT/RW Kebonsari Mitigasi Bencana Jelang Musim Hidrometeorologi

JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memberikan pembinaan kebencanaan kepada para ketua RT dan RW se-Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Selasa 20 Oktober 2026 malam. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Kebonsari ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim hidrometeorologi.

Dalam kegiatan yang diikuti para ketua RT/RW tersebut, BPBD Jember menekankan pentingnya peran perangkat lingkungan sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, penanganan awal, serta pelaporan apabila terjadi musibah atau bencana di wilayah masing-masing.

Materi kebencanaan disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, S.T., M.Si., bersama M. Agus Shofarudin. Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

Dalam pemaparannya, BPBD menegaskan bahwa ketua RT dan RW memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya, mengoordinasikan warga, serta mengambil langkah awal yang diperlukan ketika terjadi keadaan darurat.

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi musim hidrometeorologi yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, genangan, angin kencang, dan tanah longsor di wilayah yang rawan.

Selain memberikan pemahaman mengenai kebencanaan, BPBD juga mendorong Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) bersama para ketua RT/RW untuk melakukan mitigasi secara mandiri di wilayah masing-masing. Langkah ini dapat dilakukan melalui identifikasi titik rawan, pemetaan potensi bahaya, peningkatan kewaspadaan warga, serta penguatan koordinasi apabila ditemukan indikasi ancaman bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, S.T., M.Si. menekankan pentingnya kesiapan masyarakat mulai dari tingkat lingkungan terkecil.

“Ketua RT dan RW harus mampu menjadi pemimpin di wilayahnya masing-masing ketika terjadi musibah atau bencana. Karena itu, penting untuk memahami potensi ancaman di lingkungan, melakukan mitigasi bersama Keltana, serta segera melaporkan apabila terjadi bencana agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” jelasnya.

BPBD juga mengingatkan pentingnya kemampuan ketua RT/RW dalam menyusun laporan kejadian secara jelas dan menyampaikan informasi dengan cepat kepada pihak terkait. Kecepatan dan ketepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung respons penanganan bencana.

Melalui pembinaan ini, keberadaan Keltana diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun budaya sadar bencana. Kolaborasi antara Keltana, pemerintah kelurahan, kecamatan, serta para ketua RT/RW menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut diisi dengan sejumlah agenda lain, yakni sambutan Lurah Kebonsari, sosialisasi dari Sekretaris Kecamatan Sumbersari, pembekalan Program Keluarga Harapan (PKH), serta penyampaian materi mengenai bank sampah.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

BPBD Kabupaten Jember terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Dengan kesiapsiagaan yang dimulai dari tingkat RT dan RW, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengenali potensi ancaman, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Kegiatan pembinaan di Pendopo Kelurahan Kebonsari berlangsung aman dan terkendali. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antara masyarakat dan unsur penanggulangan bencana semakin kuat sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga lebih terjaga. (bob)

Galeri Foto