logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Cek Krisis Air di Rowoindah, Empat Rumah Mulai Kekeringan

  • 04 Oktober 2026
  • Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-cek-krisis-air-di-rowoindah-empat-rumah-mulai-kekeringan-20261004

BPBD Jember Cek Krisis Air di Rowoindah, Empat Rumah Mulai Kekeringan

JEMBER, 04 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terkait potensi kekeringan di Dusun Langsepan, Desa Rowoindah, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur, Sabtu, 03 Oktober 2026 malam.

Asesmen tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat melalui layanan Wadul Gus'e terkait permohonan bantuan air bersih akibat krisis air. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama perangkat RT dan RW setempat melakukan survei, wawancara warga, serta pengecekan kondisi sumur.

Tim TRC BPBD Jember menyurvei 18 rumah yang berada di RT 003 dan RT 004 RW 06, termasuk rumah milik warga yang menyampaikan pengaduan.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Zaenudin, mengatakan hasil asesmen menunjukkan sebagian besar warga masih memiliki ketersediaan air bersih yang relatif aman. Namun, terdapat empat rumah yang mulai mengalami kekeringan karena kondisi sumur yang relatif dangkal.

"Sumur milik pelapor memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dan sudah mengalami kekeringan. Dari 18 rumah yang kami cek, ada empat rumah yang mengalami kondisi serupa, sementara 14 rumah lainnya masih memiliki air karena sumurnya relatif lebih dalam," kata Zaenudin.

Menurut dia, warga yang sumurnya mulai mengering untuk sementara masih dapat memenuhi kebutuhan air dengan meminta bantuan kepada tetangga yang sumurnya masih memiliki persediaan air.

Hasil asesmen juga menunjukkan sumber air alternatif berada sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara itu, sungai terdekat berjarak sekitar 300 meter dari lokasi warga.

Zaenudin menjelaskan, kondisi tersebut belum sampai menyebabkan krisis air bersih secara meluas. Sebagian besar warga masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari sumur masing-masing.

"Kondisi ketersediaan air bersih warga secara umum masih aman dan terkendali. Warga yang terdampak masih bisa mendapatkan air dari tetangga," ujarnya.

BPBD Jember merekomendasikan pemantauan dan asesmen ulang dalam 20 hingga 30 hari mendatang. Warga yang mengalami kekeringan juga diimbau mempertimbangkan pendalaman sumur sebagai salah satu upaya mendapatkan sumber air.

Apabila kekeringan meluas dan mulai mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan kebutuhan dukungan, termasuk kemungkinan distribusi air bersih.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember berkoordinasi dengan RT, RW, dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan asesmen. (tgh)

Galeri Foto