logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Terlibat Aktif dalam Program Home Care, 557 Warga Ajung Jadi Sasaran Pendampingan

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
bpbd-terlibat-aktif-dalam-program-home-care-557-warga-ajung-jadi-sasaran-pendampingan-20260821

BPBD Terlibat Aktif dalam Program Home Care, 557 Warga Ajung Jadi Sasaran Pendampingan

JEMBER, 21 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelaksanaan program Home Care sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Home Care di Kecamatan Ajung, yang dilanjutkan dengan kunjungan langsung kepada warga penerima layanan di Desa Klompangan, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala BPBD Kabupaten Jember, Camat Ajung, Kepala Puskesmas, kepala desa dan perangkat desa, Ketua TP PKK Kecamatan, relawan Dinas Sosial, LSN/Srikandi, serta Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi data sasaran, memastikan kesiapan sumber daya manusia, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelayanan Home Care berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 557 sasaran program Home Care di Kecamatan Ajung yang tersebar di tujuh desa, yakni Desa Wirowongso, Sukamakmur, Rowo Indah, Pancakarya, Mangaran, Klompangan, dan Ajung.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 sasaran telah tervalidasi, sedangkan 212 sasaran lainnya masih berada dalam proses verifikasi. Validasi menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dan pelayanan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar masuk dalam kategori sasaran program.

Program Home Care Kabupaten Jember sendiri menyasar sekitar 25.000 jiwa di seluruh wilayah kabupaten. Kelompok sasaran meliputi lansia tunggal, ibu hamil risiko tinggi, masyarakat dengan penyakit berkepanjangan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, serta balita stunting.

Usai pelaksanaan rapat koordinasi, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan atau visite langsung ke rumah warga. Salah satu kunjungan dilakukan kepada Sudarmono, 72 tahun, yang mengalami penurunan kemampuan kognitif. Tim juga melakukan kunjungan kepada warga dengan kondisi diabetes melitus.

Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kondisi kesehatan. Tim juga memberikan konseling kepada pasien dan keluarga serta menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain aspek kesehatan, tim melakukan pengecekan administrasi kependudukan untuk memastikan warga sasaran memiliki dokumen kependudukan yang diperlukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) telah dimiliki oleh warga yang dikunjungi.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan program Home Care membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya tenaga kesehatan.

Menurut Edy, pelayanan harus dilakukan secara terintegrasi dengan memastikan data sasaran tervalidasi dan didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Program kepedulian kesehatan bernama Home Care ini digagas oleh Gus Bupati untuk memastikan warga masyarakat, khususnya para lansia, tetap mendapatkan perawatan secara langsung. Gus Bupati telah memberikan tugas kepada kami semua untuk memastikan masyarakat dalam kondisi sehat, kalau ada yang sakit harus segera dirawat," ujarnya.

"Nantinya, dokter akan rutin setiap bulan melaksanakan kegiatan cek dan kontrol ke masing-masing keluarga yang sudah masuk dalam data kami." tambah Edy.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Home Care melibatkan tenaga dengan berbagai kompetensi, mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, sanitarian, ahli gizi, tenaga kesehatan masyarakat, farmasi, hingga tenaga kesehatan lainnya. Keterlibatan lintas profesi tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif sesuai kondisi masing-masing sasaran.

“Gus Bupati, memberikan tugas kepada kami semua ini untuk memastikan, bahwa, masyarakat dalam kondisi sehat, yang kita kunjungi bukan hanya melihat kondisi kesehatannya, tetapi juga memberikan konseling, melihat kebutuhan sosialnya, memastikan administrasi kependudukannya, dan apabila diperlukan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” katanya.

Pelaksanaan Home Care di Kabupaten Jember sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Jember pada 24 Juli 2026 di Kecamatan Sumberbaru. Setelah peluncuran tersebut, BPBD sebagai salah satu pengampu kegiatan terus melakukan koordinasi dengan kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, TP PKK, relawan Dinas Sosial, LSN/Srikandi, LRT, serta lintas sektor lainnya.

Edy berharap koordinasi tersebut dapat terus diperkuat hingga tingkat desa sehingga sasaran yang belum tervalidasi dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, pelayanan tidak berhenti pada pendataan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kunjungan dan pendampingan secara langsung.

“Kita berharap seluruh lintas sektor, baik di tingkat kecamatan maupun desa, dapat bergerak bersama. Tujuannya satu, yaitu memastikan program Home Care berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui pendekatan pelayanan langsung ke rumah, program Home Care diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan secara mandiri. Model pelayanan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah untuk memperkuat integrasi antara pelayanan kesehatan, sosial, administrasi kependudukan, dan dukungan kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan di Kecamatan Ajung menjadi bagian dari rangkaian evaluasi dan penguatan pelaksanaan Home Care di Kabupaten Jember. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan validasi data, kunjungan lapangan, serta koordinasi lintas sektor agar pelayanan dapat diberikan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan warga. (bob)

Galeri Foto