BPBD Jember Edukasi 1.000 Pelajar Sumberbaru tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
- 09 Agustus 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Edukasi 1.000 Pelajar Sumberbaru tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Sosialisasi Tanggap Bencana dalam rangkaian Apel Siswa Bunga Desaku. Kegiatan yang digelar di SMPN 1 Sumberbaru, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Minggu 09 Agustus 2026, tersebut diikuti sekitar 1.000 siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Sumberbaru.
Peserta terdiri dari siswa dan siswi SMPN 1 Sumberbaru, SMPN 2 Sumberbaru, MTsN 8 Jember Sumberbaru, serta SMPS Miftahul Huda. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta selama materi kebencanaan disampaikan.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kabupaten Jember untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi potensi bencana. Edukasi kebencanaan diberikan sejak usia sekolah agar siswa tidak hanya memahami jenis dan risiko bencana, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa edukasi kebencanaan kepada pelajar merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemampuan menghadapi bencana.
“Anak-anak di lingkungan sekolah perlu memiliki pengetahuan dasar tentang kebencanaan. Mereka harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana sehingga tidak hanya mengandalkan kepanikan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Maryani.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan secara interaktif melalui komunikasi dua arah dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung, menyampaikan pertanyaan, sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran, tugas, dan fungsi BPBD dalam penanggulangan bencana. Materi mencakup upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang merupakan bagian dari siklus manajemen kebencanaan.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai konsep dasar kebencanaan, mulai dari pengertian bencana, jenis-jenis bencana, potensi risiko di lingkungan sekitar, hingga pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah simulasi tindakan penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi. Siswa diperkenalkan dengan prinsip Drop, Cover, and Hold On, yakni merunduk, berlindung, dan berpegangan. Mereka juga diberikan pengetahuan mengenai cara melindungi kepala apabila tidak tersedia alat pelindung serta prosedur melakukan evakuasi mandiri menuju titik kumpul setelah guncangan berhenti.
Maryani menambahkan, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebencanaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk warga sekolah.
“Sekolah merupakan lingkungan yang sangat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana. Ketika pengetahuan ini sudah diberikan sejak dini, diharapkan siswa mampu mengambil tindakan yang cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi bencana, sekaligus dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.40 WIB ketika tim BPBD Kabupaten Jember berangkat menuju SMPN 1 Sumberbaru. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB. Sosialisasi kemudian dibuka pada pukul 11.40 WIB oleh Maryani, S.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Materi bertajuk “Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana” kemudian disampaikan oleh Fikri Auzan, S.T., dan Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo. hingga pukul 12.20 WIB. Setelah kegiatan sosialisasi selesai, tim BPBD mengikuti sambutan dan arahan dari Ning Ghyta pada pukul 13.20 WIB.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, TP3D, TP PKK Sumberbaru, Puskesmas Sumberbaru, serta perwakilan sekolah peserta kegiatan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih siap menghadapi risiko bencana. Melalui sinergi antara BPBD, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya membangun ketangguhan serta budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus diperkuat.
Kegiatan kemudian ditutup dan tim BPBD Kabupaten Jember kembali ke Mako pada pukul 14.11 WIB. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapatkan respons positif dari para peserta.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BPBD Kabupaten Jember menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia sekolah sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih tangguh, waspada, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana. (bob)