logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Gelar SPAB di SMA Baitul Arqom Balung, Latih Siswa Tanggap Gempa Bumi

  • 14 Agustus 2026
  • Dibaca 138 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-gelar-spab-di-sma-baitul-arqom-balung-latih-siswa-tanggap-gempa-bumi-20260815

BPBD Jember Gelar SPAB di SMA Baitul Arqom Balung, Latih Siswa Tanggap Gempa Bumi

JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 – Ratusan siswa SMA Baitul Arqom, Dusun Krajan, Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, mengikuti Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 dan Jumat, 14 Agustus 2026 itu ditutup dengan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 208 siswa serta 18 guru dan karyawan. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar dan tanggap bencana di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan, SPAB tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga melatih warga sekolah agar memahami tugas dan peran masing-masing ketika terjadi keadaan darurat.

“Melalui SPAB, kami ingin memastikan warga sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri serta membantu penanganan ketika terjadi bencana,” kata Maryani.

Pada hari pertama, BPBD Jember memberikan materi dasar kebencanaan kepada peserta didik dalam dua sesi. Selain itu, Tim Siaga Bencana Sekolah yang terdiri dari guru, karyawan, dan perwakilan siswa mendapatkan pengenalan skenario simulasi gempa bumi serta praktik penggunaan alat komunikasi HT sesuai skenario.

Guru dan karyawan juga memperoleh materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari Puskesmas Balung. Sementara itu, dosen Fakultas Teknik Universitas Jember memberikan materi mengenai pengenalan dan mitigasi gempa bumi, angin puting beliung, serta banjir.

Materi SPAB, 10 tahapan SPAB, serta implementasi GEDSI dalam SPAB turut disampaikan oleh Tim Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB.

“Yang terpenting adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini. Anak-anak dan seluruh warga sekolah harus tahu apa yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana,” ujar Maryani.

Pada Jumat 14 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan briefing bersama Tim Siaga Bencana Sekolah. Pukul 09.00 WIB digelar gladi kotor, kemudian dilanjutkan gladi bersih pada pukul 09.30 WIB.

Puncaknya, pukul 10.00 WIB seluruh warga SMA Baitul Arqom mengikuti simulasi tanggap darurat gempa bumi. Peserta mempraktikkan prosedur sesuai skenario, termasuk pembagian tugas Tim Siaga Bencana Sekolah dan proses evakuasi menuju lokasi yang telah ditentukan.

Maryani menambahkan, kolaborasi BPBD, sekolah, Puskesmas Balung, Fakultas Teknik Unej, dan Sekber SPAB diharapkan memperkuat ketangguhan satuan pendidikan menghadapi potensi bencana.

“Sekolah yang memiliki budaya sadar bencana akan lebih siap menghadapi situasi darurat dan dapat meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan, Salam Tangguh Salam Kemanuisaan," pungkasnya. (tgh)

Galeri Foto