BPBD Jember Pantau 812 KK di Tiga Kecamatan, Sejumlah Sumur Mulai Alami Penurunan Debit
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 145 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Pantau 812 KK di Tiga Kecamatan, Sejumlah Sumur Mulai Alami Penurunan Debit
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan patroli potensi kekeringan di sejumlah wilayah pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan di tengah penurunan debit air di sejumlah sumber air warga.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember menyisir enam lokasi yang berada di Kecamatan Tempurejo, Mayang dan Patrang. Patroli dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Anggota TRC BPBD Jember, Naringga Manggala Putra, mengatakan patroli dilakukan untuk memastikan kondisi sumber air sekaligus memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
“Tim melakukan asesmen, berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan, serta mengecek sumber mata air dan sumur warga untuk mengetahui kondisi ketersediaan air,” kata Naringga.
Di Dusun Mandigu, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, sekitar 46 kepala keluarga (KK) dari total 70 KK berpotensi terdampak. Hasil pemeriksaan menemukan sebagian air sumur warga berbau besi, keruh, berwarna kuning dan berminyak.
Meski demikian, kebutuhan air bersih warga untuk sementara masih tercukupi dari sejumlah sumur yang kondisi airnya masih baik.
Sementara di Dusun Sumberejo, Desa Pondokrejo, sekitar 70 KK di RT 03/RW 05 berpotensi terdampak. Debit air sumur mulai menurun, tetapi air masih dapat digunakan karena tidak keruh dan tidak berbau.
Pemantauan juga dilakukan di Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Sebanyak 239 KK tercatat berpotensi terdampak. Namun, hasil asesmen menunjukkan ketersediaan air masih mencukupi dan belum ditemukan warga yang mengalami kekurangan air bersih.
Di Kecamatan Patrang, pemantauan mencakup Lingkungan Baratan Timur, Patrang Tengah, Darungan Cangkring dan Plalangan. Total warga yang berpotensi terdampak mencapai 387 KK. Kendati demikian, kondisi ketersediaan air di wilayah tersebut masih aman dan belum ditemukan kekurangan air bersih.
Naringga mengatakan BPBD akan melakukan pemantauan ulang dalam 20-30 hari mendatang. Pemerintah desa dan kelurahan juga diminta segera berkoordinasi dengan BPBD apabila kondisi sumber air memburuk dan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.
“Untuk saat ini kondisi masih aman dan terkendali. Kami tetap melakukan pemantauan agar apabila terjadi perubahan kondisi bisa segera ditangani,” ujarnya.
Patroli melibatkan BPBD Jember, perangkat desa dan kelurahan, RT/RW, relawan serta masyarakat. Penanganan di lapangan selesai pada pukul 17.00 WIB tanpa kendala berarti. (tgh)