logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Bukan Sekadar Jembatan, Lembung Lanjheng Kini Hubungkan Harapan Warga Dua Desa

  • 30 Agustus 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
bukan-sekadar-jembatan-lembung-lanjheng-kini-hubungkan-harapan-warga-dua-desa-20260830

Bukan Sekadar Jembatan, Lembung Lanjheng Kini Hubungkan Harapan Warga Dua Desa

JEMBER, 30 AGUSTUS 2026 – Tepuk tangan warga Dusun Rejeb, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Jumat (28/8/2026), mengiringi sebuah harapan yang akhirnya memiliki jalannya sendiri. Jembatan Lembung Lanjheng, yang menghubungkan Desa Sukowiryo dengan Desa Sukojember, resmi diresmikan.

Bagi masyarakat setempat, jembatan itu bukan sekadar bangunan beton yang membentang di atas aliran air. Lebih dari itu, Jembatan Lembung Lanjheng menjadi simbol terbukanya akses dan harapan baru bagi warga dua desa yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jalur penghubung tersebut.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait bersama Komisaris Utama PT Pegadaian A.M. Putranto. Kehadiran keduanya disambut jajaran Pemerintah Kecamatan Jelbuk, Pemerintah Desa Sukowiryo, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Sejumlah warga tampak antusias menyaksikan momen peresmian. Bagi mereka, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah perjalanan warga, memperlancar aktivitas ekonomi, hingga memperkuat hubungan sosial antara masyarakat Desa Sukowiryo dan Desa Sukojember.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan pembangunan infrastruktur harus benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan fisik, melainkan dari perubahan yang dapat dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Jembatan ini bukan hanya soal menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Yang lebih penting adalah bagaimana kehadirannya bisa mempermudah aktivitas masyarakat, membuka akses, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga,” ujar Gus Fawait.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Pemerataan pembangunan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah secara bersama-sama.

Komisaris Utama PT Pegadaian A.M. Putranto turut mengapresiasi pembangunan Jembatan Lembung Lanjheng. Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi fasilitas yang dijaga dan dirawat bersama.

“Infrastruktur seperti ini memiliki arti penting karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat digunakan dengan baik dan dijaga bersama agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi berikutnya,” kata A.M. Putranto.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Jelbuk Bawa Wicaksono A. menyebut peresmian Jembatan Lembung Lanjheng menjadi kabar baik bagi masyarakat Kecamatan Jelbuk, khususnya warga Desa Sukowiryo dan Desa Sukojember.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Tidak hanya mempersingkat akses perjalanan, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi dan sosial yang lebih luas.

“Jembatan ini menjadi bagian penting dari konektivitas masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat dimanfaatkan secara maksimal dan membawa dampak positif bagi perkembangan wilayah serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Sukowiryo, Sukarno, mengaku bersyukur atas diresmikannya Jembatan Lembung Lanjheng. Ia mengatakan masyarakat telah lama berharap adanya akses yang lebih baik untuk menghubungkan wilayah Sukowiryo dan Sukojember.

“Ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat kami. Jembatan ini akan sangat membantu aktivitas warga. Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga karena fasilitas ini merupakan milik bersama dan manfaatnya juga untuk kepentingan bersama,” kata Sukarno.

Rasa syukur juga disampaikan Joko Susanto, salah seorang warga Dusun Rejeb. Baginya, jembatan tersebut membawa perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat sekitar.

“Sekarang akses menjadi lebih mudah. Kami tentu sangat bersyukur karena jembatan ini akan membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Kini, Jembatan Lembung Lanjheng telah berdiri sebagai penghubung antara Desa Sukowiryo dan Desa Sukojember. Namun, bagi warga Dusun Rejeb, maknanya lebih dari sekadar jalur untuk melintas.

Di atas bentangannya, tersimpan harapan tentang perjalanan yang lebih mudah, aktivitas ekonomi yang lebih lancar, serta masa depan wilayah yang semakin terhubung. Sebab, terkadang pembangunan bukan hanya tentang apa yang berdiri kokoh, melainkan tentang harapan masyarakat yang akhirnya menemukan jalan untuk tumbuh. *(ama)*

Galeri Foto