logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Malam Pengukuhan Paskibra Rambipuji: 70 Putra-Putri Terpilih Siap Mengawal Merah Putih di HUT RI ke-81

  • 16 Agustus 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
malam-pengukuhan-paskibra-rambipuji-70-putra-putri-terpilih-siap-mengawal-merah-putih-di-hut-ri-ke-81-20260816

Malam Pengukuhan Paskibra Rambipuji: 70 Putra-Putri Terpilih Siap Mengawal Merah Putih di HUT RI ke-81

JEMBER, 16 Agustus 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kecamatan Rambipuji, Sabtu malam (15/8/2026). Tepat pukul 19.00 WIB, puluhan putra-putri terbaik yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Rambipuji dikukuhkan untuk menjalankan tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni. Di balik barisan yang tegap dan sikap sempurna para anggota Paskibra, tersimpan tanggung jawab besar untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada detik-detik sakral peringatan kemerdekaan.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, AP, secara langsung mengukuhkan para anggota Paskibra. Prosesi tersebut turut didampingi Kapolsek Rambipuji AKP Eko Yulianto, S.H. serta Danramil Rambipuji Mulyadi.

Malam pengukuhan menjadi momentum penting setelah para calon Paskibra menjalani rangkaian seleksi, latihan, pembentukan karakter, kedisiplinan, kekompakan, hingga pemantapan gerakan baris-berbaris. Mereka kini tidak lagi sekadar menjadi siswa yang mengikuti latihan, tetapi telah menerima amanah untuk menjadi bagian penting dalam upacara kenegaraan di tingkat Kecamatan Rambipuji.

Formasi Paskibra Kecamatan Rambipuji dibagi menjadi tiga kelompok utama, yakni Pasukan 17, Pasukan 8 dan Pasukan 45. Ketiganya memiliki peran berbeda, namun saling melengkapi dalam menjalankan rangkaian tugas pengibaran bendera.

Pasukan 17 merupakan kelompok pengiring atau pemandu yang bertugas mengawal dan mendukung jalannya rangkaian upacara. Di barisan ini, ketepatan langkah, kekompakan serta disiplin menjadi kunci agar setiap gerakan berlangsung tertib dan penuh wibawa.

Sementara Pasukan 8 menjadi kelompok inti yang memiliki tugas paling sakral, yakni membawa dan melaksanakan proses pengibaran bendera Merah Putih. Kelompok ini menjadi pusat perhatian ketika Sang Saka Merah Putih perlahan dikibarkan di hadapan peserta upacara.

Adapun Pasukan 45 merupakan kelompok pengawal yang bertugas memberikan pengamanan dan membentuk kesatuan formasi selama prosesi berlangsung. Pembagian tersebut menggambarkan bahwa setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama pentingnya dalam menyukseskan upacara.

Pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebanggaan. Sejumlah orang tua anggota Paskibra hadir menyaksikan langsung putra-putri mereka menerima amanah. Wajah bangga terlihat dari para keluarga yang selama proses latihan turut memberikan dukungan kepada anak-anaknya.

Selain orang tua, prosesi pengukuhan juga dihadiri tokoh masyarakat serta perwakilan guru dari masing-masing sekolah yang siswanya terpilih menjadi anggota Paskibra Kecamatan Rambipuji. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penghargaan terhadap perjuangan para pelajar yang telah menjalani proses panjang sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas negara di tingkat kecamatan.

Bagi para anggota Paskibra, tugas tersebut tentu bukan perkara sederhana. Mereka dituntut menjaga konsentrasi, kekompakan dan kedisiplinan. Satu langkah yang tidak tepat dapat memengaruhi formasi, sementara satu kesalahan kecil dapat menjadi perhatian banyak mata. Karena itu, latihan yang telah dijalani menjadi bekal penting untuk menghadapi upacara 17 Agustus.

Namun lebih dari sekadar baris-berbaris, menjadi Paskibra merupakan proses pembentukan karakter. Mereka ditempa untuk memahami arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Camat Rambipuji Roni Herman Baza dalam momentum tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibra yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Pengukuhan diharapkan menjadi pemacu semangat agar seluruh anggota mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan penampilan terbaik saat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia juga menaruh harapan agar pengalaman menjadi anggota Paskibra tidak berhenti setelah tugas pengibaran selesai. Nilai kedisiplinan, kebersamaan dan nasionalisme yang diperoleh selama proses latihan diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Malam itu, Pendopo Kecamatan Rambipuji menjadi saksi sebuah perjalanan penting para pelajar. Mereka berdiri bukan hanya membawa nama sekolah dan keluarga, tetapi juga membawa harapan masyarakat Rambipuji.

Setelah pengukuhan, perjuangan belum selesai. Justru saat itulah amanah semakin berat. Di hadapan mereka telah menanti momentum 17 Agustus 2026, ketika Sang Merah Putih akan dikibarkan dengan penuh kehormatan sebagai simbol perjuangan para pahlawan dan kemerdekaan bangsa.

Dari pendopo malam ini, mereka membawa satu tekad: langkah harus tegap, barisan harus kompak, dan Merah Putih harus berkibar dengan penuh kehormatan. Karena menjadi Paskibra bukan hanya soal mengangkat bendera, tetapi tentang menjaga kehormatan sebuah simbol bangsa di hadapan seluruh rakyat Indonesia.(sai)

Galeri Foto