TB Bisa Bersembunyi, 48 Warga Tamansari Disisir Lewat ACF oleh Puskesmas Lojejer
- 31 Agustus 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
TB Bisa Bersembunyi, 48 Warga Tamansari Disisir Lewat ACF oleh Puskesmas Lojejer
Tamansari, Jember — Senin (31/08/2026) — Upaya penemuan kasus tuberkulosis (TB) secara aktif terus dilakukan oleh Puskesmas Lojejer. Dokter bersama tenaga kesehatan Puskesmas Lojejer melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) di Balai Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, dengan jumlah sasaran sebanyak 48 orang.
Kegiatan ACF merupakan salah satu upaya untuk menemukan kasus TB secara aktif di tengah masyarakat. Pemeriksaan tidak hanya menunggu masyarakat datang dengan keluhan, tetapi dilakukan dengan menyasar kelompok yang memiliki faktor risiko atau riwayat tertentu sehingga potensi kasus dapat diketahui lebih awal. Sebanyak 48 warga mengikuti rangkaian pemeriksaan dalam kegiatan tersebut. Sasaran kegiatan merupakan masyarakat yang memiliki riwayat diabetes melitus (DM) serta warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan pasien TB. Kedua kelompok tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penemuan kasus karena membutuhkan pemantauan kesehatan dan skrining yang lebih terarah. Pelayanan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar oleh dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas Lojejer. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah atau tensi, berat badan (BB), dan tinggi badan (TB). Pemeriksaan dasar tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan umum masing-masing peserta sekaligus menjadi bagian dari data pendukung dalam proses pemeriksaan berikutnya. Setelah pemeriksaan awal, peserta mendapatkan pemeriksaan Gula Darah Acak (GDA). Pemeriksaan ini menjadi penting karena sebagian sasaran merupakan masyarakat dengan riwayat diabetes melitus. Kondisi kesehatan secara umum perlu diperhatikan dalam pelaksanaan skrining sehingga petugas dapat memperoleh gambaran kesehatan peserta secara lebih menyeluruh.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan skrining TB dan pemeriksaan rontgen. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan adanya TB secara lebih dini, khususnya pada masyarakat yang memiliki faktor risiko atau riwayat kontak erat dengan pasien TB. Pelaksanaan ACF di tingkat desa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh akses pemeriksaan. Warga tidak perlu datang jauh-jauh ke fasilitas kesehatan karena layanan pemeriksaan dihadirkan langsung di Balai Desa Tamansari. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas Lojejer juga memungkinkan peserta mendapatkan informasi mengenai TB secara langsung. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala, melakukan pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko, serta mengikuti tindak lanjut apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian TB. Semakin cepat seseorang yang terindikasi TB ditemukan dan mendapatkan penanganan sesuai prosedur, semakin besar peluang untuk memutus rantai penularan di lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Lojejer terus memperkuat upaya penemuan kasus TB secara aktif di wilayah kerjanya. Pendekatan jemput bola diharapkan dapat membantu menemukan kasus yang mungkin belum terdeteksi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat berisiko untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kegiatan ACF di Balai Desa Tamansari menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung upaya eliminasi TB melalui deteksi dini, pemeriksaan, edukasi, serta tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan.