BPBD Jember Perkuat Peran Kader PKK, Bangun Keluarga Tangguh Hadapi Bencana Sejak dari Rumah
- 05 Agustus 2026
- Dibaca 257 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Perkuat Peran Kader PKK, Bangun Keluarga Tangguh Hadapi Bencana Sejak dari Rumah
JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK dalam Kesiapsiagaan Keluarga Tanggap Bencana Alam dan Penanggulangan Kebakaran Lingkungan, Rabu, 05 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jember itu diikuti 120 peserta yang terdiri atas pengurus Pokja IV TP PKK Kabupaten Jember, Ketua TP PKK kecamatan, serta kader PKK dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Jember.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember menurunkan tim lintas bidang yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. Tim didukung oleh Maryani, S.Kom., M.M. selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang mengoordinasikan jalannya kegiatan bersama jajaran personel BPBD.
Dalam kegiatan ini, Fikri Auzan, S.T. bertindak sebagai pemateri dari BPBD Kabupaten Jember dengan menyampaikan materi bertema Membangun Siaga Bencana dari Rumah, Perempuan Berdaya, Keluarga Siaga. Materi tersebut menitikberatkan pada pengenalan ancaman bencana di lingkungan sekitar, penyusunan rencana evakuasi keluarga, penyiapan tas siaga, serta penguatan peran perempuan dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat keluarga.
Kegiatan juga melibatkan unsur Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Dinas Sosial P3A Kabupaten Jember, dan UPT Pemadam Kebakaran sebagai narasumber dan instruktur simulasi, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kesiapsiagaan bencana, penanganan krisis kesehatan, perlindungan kelompok rentan, hingga praktik langsung penanggulangan kebakaran di lingkungan rumah.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan narasumber dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam membangun ketangguhan masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah melalui peran aktif setiap anggota keluarga, terutama kaum ibu.
"Ketika keluarga memahami potensi ancaman di sekitarnya, mengetahui langkah mitigasi, memiliki tas siaga, memahami jalur evakuasi, hingga menyimpan nomor darurat, maka risiko saat terjadi bencana dapat ditekan. Karena itu, kader PKK memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di tengah masyarakat," ujar Edy.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pembangunan budaya siaga bencana dari rumah, pengenalan ancaman dan risiko, penyusunan rencana evakuasi keluarga, hingga penguatan peran perempuan dalam menjaga ketenangan dan mengambil keputusan saat kondisi darurat.
Selain itu, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember memberikan materi mengenai krisis kesehatan saat bencana, mulai dari dampak bencana terhadap kesehatan masyarakat, potensi penyakit yang muncul di pengungsian, hingga pentingnya respons cepat dalam penanganan kesehatan.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai perlindungan sosial bagi kelompok rentan, termasuk perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas saat terjadi bencana. Materi tersebut disampaikan sebagai bekal bagi kader PKK dalam mendukung penanganan pengungsi di tingkat komunitas.
Sebagai penutup, UPT Pemadam Kebakaran memberikan simulasi tanggap darurat kebakaran dan praktik pemadaman api di lingkungan rumah. Simulasi itu mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena memberikan pengalaman langsung mengenai langkah-langkah penyelamatan diri serta penggunaan alat pemadam sederhana.
Edy menegaskan, sinergi antara BPBD, TP PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, UPT Damkar, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan. "Melalui kader PKK, edukasi kesiapsiagaan dapat menjangkau keluarga hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga terwujud masyarakat Jember yang semakin tanggap, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana," katanya. (tgh)