logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Perkuat Sekolah Tanggap Bencana, 350 Siswa SMK dr. Soebandi Ikuti Edukasi

  • 17 Oktober 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-perkuat-sekolah-tanggap-bencana-350-siswa-smk-dr-soebandi-ikuti-edukasi-20261017

BPBD Jember Perkuat Sekolah Tanggap Bencana, 350 Siswa SMK dr. Soebandi Ikuti Edukasi

JEMBER, 17 Oktober 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK dr. Soebandi, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kamis-Jumat (15-16 Oktober 2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi sosialisasi mengenai kebencanaan, tetapi juga membangun kapasitas sekolah agar mampu mengenali risiko, menyusun prosedur penanganan keadaan darurat hingga melakukan simulasi bencana secara mandiri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan sekolah merupakan salah satu lingkungan yang membutuhkan kesiapsiagaan khusus karena aktivitasnya melibatkan banyak orang, terutama siswa.

“SPAB bukan sekadar memberikan pengetahuan tentang bencana, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, menentukan tindakan penyelamatan, dan merespons keadaan darurat secara terorganisasi,” kata Maryani.

Pada hari pertama, BPBD Jember bersama pihak sekolah melaksanakan school watching dengan melibatkan siswa, guru dan karyawan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan maupun titik aman di lingkungan sekolah sekaligus menjadi dasar penyusunan dokumen kontinjensi bencana.

Sekitar 350 siswa mendapatkan edukasi mengenai pengenalan jenis-jenis bencana dan langkah penanganannya. Sementara sekitar 40 guru dan karyawan diperkenalkan dengan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), termasuk tugas dan fungsi masing-masing personel.

Materi kemudian dilanjutkan dengan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh Puskesmas Patrang. Tim Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB juga memberikan materi mengenai kebijakan, tiga pilar SPAB, integrasi program ke dalam kurikulum, serta 10 langkah SPAB dan penyusunan dokumen.

BPBD Jember selanjutnya membekali TSBS dengan materi penyusunan prosedur tetap, Table Top Exercise (TTX) atau gladi ruang, serta Command Post Exercise (CPX) atau gladi posko.

“Setelah memahami konsep, warga sekolah perlu berlatih. Karena dalam kondisi bencana, kecepatan mengambil keputusan dan pembagian tugas yang jelas sangat menentukan keselamatan,” ujar Maryani.

Pada hari kedua, BPBD Jember bersama TSBS, Puskesmas Patrang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Patrang melakukan briefing, gladi bersih dan evaluasi sebelum simulasi.

Simulasi penanganan gempa bumi kemudian melibatkan seluruh siswa dan TSBS. Skenario tersebut dirancang agar warga sekolah memahami tindakan yang harus dilakukan sejak terjadi gempa, proses evakuasi, penanganan korban hingga koordinasi dengan unsur terkait.

Menurut Maryani, latihan secara berkala penting agar prosedur keselamatan tidak berhenti sebagai dokumen, melainkan menjadi kebiasaan yang dipahami seluruh warga sekolah.

“Harapannya, SMK dr. Soebandi semakin siap menghadapi potensi bencana dan mampu membangun budaya aman di lingkungan pendidikan,” katanya.

Kegiatan SPAB tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, SMK dr. Soebandi, Puskesmas Patrang, Sekber SPAB, Polsek Patrang, Koramil Patrang serta mahasiswa PKL dari UIN KHAS dan Universitas Jember (UNEJ).(tgh)

Galeri Foto