BPBD Jember Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk 155 KK Terdampak Kekeringan di Pakusari
- 04 November 2026
- Dibaca 156 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk 155 KK Terdampak Kekeringan di Pakusari
JEMBER, 4 November 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana kekeringan di Dusun Jatian, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran keempat di wilayah tersebut. Sebanyak 155 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat rukun tetangga (RT) menjadi sasaran bantuan karena mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember menyalurkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dimulai setelah tim bergerak menuju lokasi pada pukul 09.30 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Pria Bakti, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, mengatakan distribusi air dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih ini merupakan penyaluran keempat di wilayah Dusun Jatian. Kami menyalurkan air untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Pria.
Berdasarkan pendataan BPBD, kebutuhan air bersih mencakup 45 KK di RT 01/RW 05, sebanyak 30 KK di RT 02/RW 05, kemudian 40 KK di RT 01/RW 06, serta 40 KK di RT 02/RW 06. Total terdapat 155 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.
Selain menyalurkan air, personel BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan dan mengelola persediaan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Hingga Rabu, 4 November 2026, BPBD Kabupaten Jember mencatat bantuan air bersih yang telah didistribusikan ke wilayah tersebut mencapai 20.000 liter. Bantuan juga diperkuat dengan penempatan empat unit tandon air untuk memudahkan warga menampung dan menggunakan air secara bersama-sama.
Menurut Pria, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air secara langsung, tetapi juga dengan memastikan ketersediaan sarana penampungan di lokasi terdampak.
“Empat tandon air sudah didistribusikan untuk mendukung kebutuhan warga. Selanjutnya, distribusi air akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” ujarnya.
BPBD merekomendasikan pendistribusian bantuan air bersih dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama kondisi kekeringan belum berakhir.
Penanganan di lapangan dilakukan bersama unsur pemerintah desa, kepala dusun, RT/RW, serta masyarakat. BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk langkah pascakejadian.
Pria menegaskan, koordinasi lintas unsur diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan dapat terus terpenuhi.
“BPBD akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan bantuan air bersih dapat diberikan sesuai kebutuhan warga,” kata Pria.
Distribusi air bersih di Dusun Jatian tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani dampak bencana kekeringan sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.(tgh)