BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 105 KK Terdampak Kekeringan di Antirogo
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 51 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 105 KK Terdampak Kekeringan di Antirogo
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 105 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Jambuan RT 02/RW 12, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kamis 29 Oktober 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran yang ketiga di lokasi itu. Kegiatan dilakukan setelah BPBD menerima permohonan bantuan dari Kelurahan Antirogo melalui Surat Nomor 600.1.16/195/35.09.03 2007/2026 tentang Permohonan Bantuan Air.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.40 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi bersama perangkat RT dan RW serta warga untuk memastikan penyaluran air bersih berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) kemudian mengisi tandon BPBD dengan 5.000 liter air bersih. Air tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 02/RW 12 yang berdasarkan hasil asesmen tercatat sebanyak 105 KK terdampak kekeringan.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Naringga Manggala Putra, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan bantuan air bersih dapat diterima langsung oleh masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kondisi kekeringan.
“Tim melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan sekaligus mendampingi proses distribusi air bersih kepada warga terdampak,” ujar Naringga.
Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi dampak kekeringan serta mendorong penggunaan air secara bijak selama kondisi kekurangan air berlangsung.
Menurut Naringga, berdasarkan hasil asesmen lapangan, kebutuhan air bersih warga masih perlu mendapat perhatian. Karena itu, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali.
“Rekomendasinya, distribusi air bersih dilakukan setiap empat hari sekali dengan volume sekitar 5.000 liter, sembari meneruskan kondisi di lapangan kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim BPBD kembali ke markas sekitar pukul 12.30 WIB. Selama pelaksanaan distribusi, tidak ditemukan kendala berarti.
Penanganan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT dan RW, serta warga setempat. Pendampingan lapangan dilakukan sebagai bagian dari respons BPBD terhadap dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
BPBD juga mendorong adanya penanganan lanjutan dari organisasi perangkat daerah terkait agar persoalan pemenuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan tidak hanya ditangani melalui distribusi bantuan, tetapi juga mendapatkan solusi berkelanjutan sesuai kondisi di lapangan. (tgh)