BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 120 KK Terdampak Kekeringan di Rambipuji
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 120 KK Terdampak Kekeringan di Rambipuji
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Selasa 18 Agustus 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan hasil penanganan dan pendataan di lapangan, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi kekurangan air bersih yang terjadi akibat menurunnya ketersediaan sumber air memasuki musim kemarau.
Kondisi kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak akhir Juli 2026. Di wilayah RW 13, belum tersedia jaringan pipanisasi sehingga warga selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, debit air sumur mulai menurun, sebagian sumur mengering, dan air yang tersedia mulai mengeluarkan bau kurang sedap.
Kondisi serupa juga terjadi di sebagian wilayah RW 14. Untuk mendapatkan sumber air alternatif, warga harus mengambil air dari sumur bor terdekat dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara untuk kebutuhan mandi, sebagian warga memanfaatkan Sungai Bedadung, meskipun kondisi airnya keruh dan debitnya mulai mengalami penurunan.
Berdasarkan pendataan, dampak kekeringan meliputi RT 07/RW 13 sebanyak sekitar 40 KK dari 75 KK, RT 08/RW 13 sebanyak 20 KK dari 70 KK, RT 09/RW 13 sebanyak 40 KK dari 65 KK, serta RT 11/RW 14 sebanyak 20 KK dari 50 KK. Total terdapat 120 KK yang membutuhkan bantuan air bersih.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 15.45 WIB dan tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat wilayah, petugas langsung mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon BPBD yang telah tersedia.
Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan kondisi kekeringan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran warga agar dapat mengelola ketersediaan air secara bijak selama musim kemarau.
TRC BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama, mengatakan bahwa distribusi air bersih dilakukan sebagai respons terhadap kondisi sumber air warga yang mulai mengalami penurunan.
“Berdasarkan kondisi di lapangan, warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sebagian sumur mengalami penurunan debit, bahkan ada yang mengering dan airnya mulai berbau. Distribusi air bersih ini merupakan langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi tersebut berlangsung,” ujar Rezha.
Menurutnya, penanganan kekeringan membutuhkan pemantauan secara berkala dan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Selain bantuan air bersih, edukasi kepada masyarakat juga penting agar penggunaan air dapat dilakukan secara bijak dan tempat penampungan tetap terjaga kebersihannya,” tambahnya.
Saat ini, kondisi di RT 05 dan RT 06 relatif aman karena jaringan PDAM telah tersedia. Sementara itu, masyarakat di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14 masih menghadapi keterbatasan sumber air. Sebagian sumur warga mulai mengering dan kualitas air mengalami penurunan.
Untuk mendukung distribusi, tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu unit tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah Kepala Dusun. Keberadaan tandon tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan air bersih.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala dengan kapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi sumber air di lapangan.
Selain itu, BPBD juga mengusulkan dukungan distribusi air bersih kepada BBWS Brantas Jawa Timur, berupa tangki air berkapasitas 5.000 liter. Usulan tersebut dilakukan karena wilayah terdampak berada dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung.
Penanganan lanjutan juga akan diteruskan kepada dinas terkait guna mencari solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.
Kegiatan pendistribusian air bersih melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, relawan, dan warga. Seluruh rangkaian penanganan berjalan lancar tanpa kendala dan selesai pada pukul 17.00 WIB.
Melalui distribusi air bersih secara berkala dan koordinasi lintas sektor, BPBD Jember berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar. Di sisi lain, penanganan jangka panjang terhadap sumber air juga diperlukan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan selama musim kemarau. (bob)