BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jelbuk
- 05 Agustus 2026
- Dibaca 50 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jelbuk
JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan menyalurkan bantuan air bersih tahap pertama kepada warga terdampak bencana kekeringan di Dusun Sumber Tengah, RT 01 RW 01, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Rabu 05 Agustus 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 102 kepala keluarga (KK) yang mengalami krisis air akibat tidak berfungsinya jaringan pipanisasi sejak April 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Wadul Guse, yang disampaikan oleh Febriyanthi Putri terkait krisis air bersih di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen pada Senin 03 Agustus 2026 dan merekomendasikan penyaluran bantuan air bersih sebagai langkah penanganan darurat.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa jaringan pipanisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Sumber Tengah tidak lagi berfungsi sejak April 2026. Kondisi tersebut menyebabkan warga kehilangan akses terhadap sumber air utama.
Sementara itu, sumur-sumur milik warga yang sebelumnya menjadi alternatif juga mulai mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Air yang masih tersisa di sebagian sumur bahkan sudah keruh dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat terpaksa mengambil air bersih dari sumur bor yang berada di Balai Desa Panduman dengan jarak sekitar 2,5 kilometer dari permukiman. Jarak yang cukup jauh membuat aktivitas pemenuhan kebutuhan air menjadi semakin berat, terutama bagi kelompok lanjut usia, perempuan, dan anak-anak.
BPBD Kabupaten Jember mencatat, dari total 180 kepala keluarga yang tinggal di RT 01 RW 01, sebanyak 102 kepala keluarga membutuhkan bantuan air bersih. Untuk mempermudah distribusi, BPBD menyiapkan empat unit tandon berkapasitas 1.200 liter yang ditempatkan di beberapa titik strategis, yakni di halaman rumah warga yang mudah dijangkau masyarakat. Selanjutnya, Perumdam Tirta Pandalungan mengisi seluruh tandon tersebut dengan total 5.000 liter air bersih.
Selain mendistribusikan air bersih, petugas BPBD juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan penggunaan air, pentingnya menjaga kebersihan tempat penampungan air, serta langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.
Proses distribusi melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Panduman, Perumdam Tirta Pandalungan, perangkat dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan tanpa kendala.
Iqbal Fathoni, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, mengatakan bahwa penyediaan air bersih merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.
"Kami bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih setelah hasil asesmen menunjukkan masyarakat sangat membutuhkan pasokan air. Hari ini kami mendistribusikan 5.000 liter air bersih sebagai penyaluran tahap pertama. Kami juga siap mendukung distribusi lanjutan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung," ujar Iqbal.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumdam, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi air berjalan efektif dan tepat sasaran.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala dengan kapasitas 5.000 liter setiap tiga hari sekali hingga kondisi sumber air masyarakat kembali normal atau jaringan pipanisasi dapat difungsikan kembali. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga sekaligus mengurangi risiko munculnya persoalan kesehatan akibat keterbatasan akses air selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta segera melaporkan kepada BPBD apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana kekeringan dapat diminimalkan sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (bob)