BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Panduman
- 08 Agustus 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Panduman
JEMBER, 08 AGUSTUS 2026. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan. Kali ini, distribusi air bersih dilakukan di Dusun Sumber Tengah RT 01 RW 01, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Sabtu 08 Agustus 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Bantuan tersebut didistribusikan ke empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang telah disediakan BPBD Kabupaten Jember di sejumlah titik permukiman warga.
Kegiatan distribusi air bersih ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada Senin, 03 Agustus 2026. Sebelumnya, BPBD menerima laporan masyarakat melalui kanal Wadul Guse terkait permohonan bantuan penanganan krisis air bersih di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman.
Berdasarkan hasil asesmen, krisis air bersih terjadi setelah sistem pipanisasi atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah tersebut tidak lagi berfungsi sejak April 2026. Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, memasuki musim kemarau, sebagian sumur warga mengalami kekeringan dan kualitas air yang tersedia juga menurun. Akibatnya, masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Warga bahkan harus mengambil air dari sumur bor yang berada di Balai Desa Panduman dengan jarak sekitar 2,5 kilometer dari permukiman.
Dari total 180 kepala keluarga (KK) di RT 01 RW 01, sebanyak 102 KK tercatat membutuhkan pasokan air bersih. Untuk memudahkan distribusi dan akses masyarakat, BPBD menyediakan empat tandon yang ditempatkan di titik-titik permukiman warga. Tandon tersebut masing-masing melayani 37 KK, 21 KK, 26 KK, dan 18 KK.
Proses distribusi dimulai sejak pukul 09.30 WIB ketika personel BPBD bergerak menuju lokasi terdampak. Tim tiba sekitar pukul 10.10 WIB dan langsung melakukan penyaluran bantuan air bersih ke tandon yang telah disiapkan. Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penanganan dan penghematan air selama menghadapi kondisi kekeringan.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Zainuddin, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi sumber air yang mengering.
“Distribusi air bersih ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen TRC BPBD di lokasi. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” ujar Zainuddin.
Menurutnya, penyediaan tandon di sejumlah titik permukiman juga dilakukan agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempercepat proses pelayanan ketika bantuan air kembali didistribusikan.
Zainuddin menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkala mengingat kondisi sumber air warga belum kembali normal. BPBD merekomendasikan penyaluran air bersih dengan kapasitas 5.000 liter setiap tiga hari sekali ke lokasi terdampak.
“Untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, distribusi berikutnya direkomendasikan dilakukan setiap tiga hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter,” jelasnya.
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember bersama Kepala Desa Panduman, Destana Panduman, kepala dusun, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.
BPBD Kabupaten Jember akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan serta menindaklanjuti kebutuhan air bersih berdasarkan hasil asesmen di lapangan. Penyaluran secara berkala diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau sekaligus mengurangi dampak krisis air bersih di wilayah terdampak. (bob)