BPBD Jember Salurkan Air Bersih Tahap Dua untuk Warga Terdampak Kekeringan di Silo
- 05 Agustus 2026
- Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan Air Bersih Tahap Dua untuk Warga Terdampak Kekeringan di Silo
JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih tahap kedua kepada warga terdampak bencana kekeringan di Dusun Baban Timur, RT 01 dan RT 02 RW 07, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Rabu 05 Agustus 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis air akibat musim kemarau berkepanjangan.
Kegiatan distribusi air bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Mulyorejo serta rekomendasi hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember yang dilakukan pada Sabtu 01 Agustus 2026. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kekeringan telah menyebabkan puluhan sumur warga mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak dalam kejadian tersebut, terdiri atas 45 KK di RT 01 RW 07 dan 40 KK di RT 02 RW 07. Kondisi ini diperparah dengan belum tersedianya jaringan pipanisasi di Dusun Baban Timur. Selama ini warga hanya mengandalkan sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter yang kini telah mengering akibat minimnya curah hujan sejak Juli 2026.
Akibat keterbatasan sumber air, sebagian warga bahkan harus berjalan sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju sungai terdekat untuk mendapatkan air bersih. Situasi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Jember bergerak cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, tim BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Selain mendistribusikan 5.000 liter air bersih, petugas juga menempatkan empat unit tandon berkapasitas 1.200 liter di titik-titik yang telah ditentukan agar distribusi air dapat menjangkau seluruh warga terdampak.
Empat titik tandon tersebut berada di halaman rumah warga dan fasilitas ibadah, yakni di halaman rumah Pak Sholihin, halaman rumah Pak Yesi, halaman rumah Pak Afgan, serta di halaman Masjid Al Baiturrahman. Penempatan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengakses air bersih dengan lebih mudah dan merata.
Selain penyaluran bantuan, petugas BPBD bersama unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) Mulyorejo, kepala dusun, dan perangkat setempat juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta menjaga kebersihan tempat penampungan air guna mencegah munculnya penyakit selama musim kemarau.
Kegiatan distribusi berlangsung aman dan lancar hingga selesai pada pukul 16.00 WIB tanpa kendala berarti. Berdasarkan hasil kegiatan, bantuan air bersih tahap kedua telah tersalurkan sepenuhnya kepada masyarakat yang membutuhkan dengan dukungan empat unit tandon yang disediakan BPBD Kabupaten Jember.
Anggota Tim Reaski Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Firman Arif, menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak kekeringan.
“BPBD Kabupaten Jember terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Distribusi air bersih ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen di lapangan sekaligus bentuk pelayanan kepada warga yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh air. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal hingga distribusi berikutnya,” ujar Firman Arif.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar pendistribusian air bersih ke Dusun Baban Timur terus dilakukan secara berkala dengan kapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali sampai kondisi sumber air masyarakat kembali normal atau memasuki musim hujan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga terdampak sekaligus meminimalkan risiko krisis air yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kekeringan agar dapat dilakukan asesmen dan penanganan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (bob)