BPBD Jember Sosialisasikan Program SPAB kepada Guru PAUD dari 31 Kecamatan
- 28 Oktober 2026
- Dibaca 82 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Sosialisasikan Program SPAB kepada Guru PAUD dari 31 Kecamatan
JEMBER, 28 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menggelar sosialisasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada perwakilan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember, Rabu 28 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tenaga pendidik dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan satuan pendidikan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap anak sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang. Sosialisasi tersebut dilaksanakan atas permohonan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Jember melalui surat Nomor 026/PD/HIMPAUDI_JBR/I/2026 tentang Permohonan Narasumber SPAB.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan sambutan Ketua Himpaudi Kabupaten Jember, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, serta Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh sejumlah narasumber dari instansi dan lembaga terkait, sebelum ditutup pada pukul 16.15 WIB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pendidik PAUD mengenai risiko bencana, prosedur keselamatan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, peserta menerima materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang disampaikan oleh RSUD dr. Soebandi. Materi tersebut ditujukan untuk menambah keterampilan guru dalam memberikan pertolongan awal kepada korban yang mengalami kondisi gawat darurat sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Selanjutnya, Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB Jember menyampaikan penjelasan mengenai program dan tahapan pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman melalui pengenalan risiko, perencanaan kesiapsiagaan, serta pelaksanaan langkah-langkah pengurangan risiko bencana secara terarah.
BPBD Kabupaten Jember turut menyampaikan materi mengenai standar operasional prosedur (SOP) dan pelaksanaan gladi atau simulasi ruang kebencanaan. Melalui materi tersebut, para guru diharapkan memahami prosedur evakuasi mandiri, mengenali langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, serta mampu mengarahkan anak-anak menuju tempat aman dengan tetap memperhatikan keselamatan mereka.
Maryani menekankan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan, terutama pada jenjang PAUD yang melibatkan anak-anak usia dini. Kelompok usia ini membutuhkan pendampingan khusus ketika menghadapi situasi darurat sehingga guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai.
“Peningkatan kesiapsiagaan guru PAUD merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di lingkungan sekolah. Guru tidak hanya perlu memahami potensi ancaman, tetapi juga harus mengetahui prosedur evakuasi dan langkah penanganan darurat agar dapat melindungi anak-anak ketika bencana terjadi,” demikian inti pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, sosialisasi ini juga diarahkan untuk memperluas penerapan program SPAB di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Perwakilan guru yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat meneruskan materi dan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan pendidik di masing-masing satuan PAUD.
Dengan demikian, sosialisasi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui pengimbasan di sekolah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penyebarluasan program SPAB sekaligus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan sejak usia dini.
Kegiatan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, RSUD dr. Soebandi, Sekber SPAB Jember, dan Himpaudi Kabupaten Jember. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung penyampaian materi yang mencakup aspek pencegahan, kesiapsiagaan, pertolongan pertama, serta prosedur penanganan keadaan darurat.
Melalui sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Jember berharap para pendidik PAUD semakin siap menghadapi potensi bencana dan mampu menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko di lingkungan sekolah. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan satuan pendidikan yang aman dan tangguh bencana, sehingga keselamatan peserta didik, khususnya anak usia dini, dapat menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Jember. (tgh)