Pengangkutan Sampah Pasca Mitigasi Sungai di Wilayah RW 020, RW 024,RW 025 dan RW 026
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Pengangkutan Sampah Pasca Mitigasi Sungai di Wilayah RW 020, RW 024,RW 025 dan RW 026
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, telah dilaksanakan kegiatan pengangkutan sampah pasca kegiatan mitigasi dan normalisasi sungai di wilayah RW 020, RW 024, RW 025 dan RW 026 Kelurahan Kepatihan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi bersih-bersih sungai yang sebelumnya dilaksanakan sebagai langkah bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperlancar aliran sungai, serta mengantisipasi potensi genangan dan banjir menjelang musim hujan.Kegiatan pengangkutan sampah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Destana Kepatihan, Kasi PMKS Kelurahan Kepatihan, Bapak Hatta Fathoni, DLH Kabupaten Jember yang diwakili Mas Deni bersama tim, Karang Taruna Himanara, para Ketua RW, serta warga masyarakat di wilayah terdampak kegiatan mitigasi.Sampah, ranting, lumpur, dan berbagai material lain yang berhasil dikumpulkan dari sekitar bantaran sungai selanjutnya diangkut dan dibersihkan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan sekitar sungai kembali tertata, bersih, dan tidak terdapat material yang berpotensi menghambat aliran air. Dengan dilaksanakannya pengangkutan secara menyeluruh, diharapkan kondisi bantaran sungai menjadi lebih baik serta dapat mendukung kelancaran aliran air, khususnya saat curah hujan meningkat.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, relawan, pemuda, serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting karena keberhasilan upaya mitigasi tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga kondisi sungai setelah kegiatan selesai.Selain melakukan pengangkutan sampah, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun ke saluran air. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan penumpukan dan penyumbatan yang pada akhirnya mengganggu aliran air serta meningkatkan risiko genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Destana Kepatihan bersama Karang Taruna Himanara, para Ketua RW, dan warga masyarakat berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan saluran air di wilayah masing-masing. Apabila ditemukan tumpukan sampah, ranting, atau material lain yang berpotensi mengganggu aliran air, diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui kegiatan gotong royong maupun koordinasi dengan pihak terkait.Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat. Kebersihan sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, bantaran sungai yang tertata, serta aliran air yang lebih lancar, Kelurahan Kepatihan diharapkan semakin bersih, aman, nyaman, dan siap menghadapi musim hujan.