logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Survei Wilayah Rawan Banjir di Sumberbaru, Drainase Pasar Jadi Sorotan

  • 12 Maret 2026
  • Dibaca 182 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-survei-wilayah-rawan-banjir-di-sumberbaru-drainase-pasar-jadi-sorotan-20260313

BPBD Jember Survei Wilayah Rawan Banjir di Sumberbaru, Drainase Pasar Jadi Sorotan

JEMBER, 12 MARET 2026 – Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Jember melakukan survei awal untuk mengidentifikasi potensi wilayah rawan banjir di kawasan Jalan PB Sudirman, Krajan, Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Selasa 10 Maret 2026.

Survei ini dilakukan sebagai langkah awal penyusunan perencanaan mitigasi banjir di kawasan pasar yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.

Kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui layanan pengaduan Wadul Guse. Laporan tersebut menyebutkan adanya potensi genangan air di area pasar Pringgowirawan setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi lapangan.

Tim BPBD Kabupaten Jember yang hadir dalam kegiatan ini diwakili oleh M. Miftahul Munir, S.T. dan M. Agus Shofaruddin. Tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan tiba di lokasi pukul 13.10 WIB untuk melakukan observasi lapangan. Survei berlangsung hingga pukul 14.40 WIB sebelum tim kembali ke markas komando.

Dari hasil identifikasi di lapangan, tim menemukan beberapa faktor yang memicu potensi banjir di kawasan pasar tersebut. Salah satu penyebab utama adalah tingginya curah hujan yang terjadi pada 4 Maret 2026 yang meningkatkan limpasan permukaan atau surface runoff dari kawasan tangkapan air di sekitar pasar.

Wilayah tersebut didominasi oleh area terbangun seperti permukiman warga, bangunan pasar, serta badan jalan yang membuat air hujan sulit meresap ke dalam tanah.

Selain itu, sistem drainase di kawasan tersebut dinilai belum optimal. Tim menemukan adanya sedimentasi yang cukup tebal di dalam saluran drainase serta penumpukan sampah yang menghambat aliran air. Kondisi ini menyebabkan kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Faktor topografi juga turut berperan dalam meningkatkan potensi genangan. Area pasar diketahui berada pada elevasi yang lebih rendah dibandingkan jalan raya di sekitarnya. Perbedaan ketinggian tersebut menyebabkan air hujan cenderung mengalir dan terkumpul di kawasan pasar.

Perwakilan BPBD Kabupaten Jember, M. Miftahul Munir, mengatakan bahwa survei ini merupakan langkah awal untuk menentukan upaya penanganan yang tepat.

“Kami melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk mengetahui penyebab utama genangan air. Dari hasil sementara, kondisi drainase dan faktor topografi menjadi salah satu penyebab utama yang perlu segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Sumberbaru menyampaikan bahwa pemerintah setempat siap mendukung upaya mitigasi yang dilakukan oleh BPBD.

Dia juga berharap, ada penataan sistem drainase yang lebih baik agar kawasan pasar tidak lagi mengalami genangan saat hujan deras. Hal ini penting karena pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, BPBD merekomendasikan pembersihan serta pengerukan sedimen pada saluran drainase yang ada agar kapasitas aliran kembali optimal.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat melakukan kajian teknis terhadap sistem drainase kawasan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pembangunan saluran baru yang terhubung langsung menuju sungai di sisi timur pasar.

Melalui langkah mitigasi ini, diharapkan potensi banjir di kawasan Pasar Pringgowirawan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman dan lancar. (bob)

Galeri Foto