logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Bukan Sekadar Sumur Kering, Warga Gumuksari Kini Kesulitan Mengakses Air Layak Pakai

  • 12 Oktober 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
bukan-sekadar-sumur-kering-warga-gumuksari-kini-kesulitan-mengakses-air-layak-pakai-20261013

Bukan Sekadar Sumur Kering, Warga Gumuksari Kini Kesulitan Mengakses Air Layak Pakai

JEMBER, 12 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Kali ini, distribusi air bersih ke-5 dilaksanakan di RT 33 dan RT 34 RW 08, Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 140 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih di wilayah tersebut.

Dampak kekeringan membuat sumur-sumur milik warga mulai mengering. Selain itu, sebagian sumur dilaporkan mengeluarkan bau dan memiliki kondisi air yang kotor sehingga tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari sumber air alternatif ke sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman. Sementara itu, sebagian warga lainnya terpaksa membeli air bersih dalam kemasan galon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember, kebutuhan air bersih tersebar di beberapa wilayah, yakni RT 33 RW 08 sebanyak 60 KK, RT 34 RW 08 sebanyak 60 KK, serta RT 36 RW 08 sebanyak 20 KK. Total keseluruhan mencapai 140 KK terdampak.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 12.00 WIB dan tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat sekaligus melakukan asesmen untuk mengetahui perkembangan kondisi warga yang membutuhkan bantuan.

Selanjutnya, petugas mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke tandon-tandon milik BPBD yang telah tersedia di lokasi. Selain penyaluran bantuan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih.

Perwakilan TRC BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh Dwi Santoso, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih tersebut merupakan upaya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau.

“Distribusi air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan, terutama ketika sumur-sumur mereka mulai mengering dan air yang tersedia sudah tidak layak digunakan. Kami juga melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan perangkat lingkungan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di lokasi,” ujar Didi.

Dengan penyaluran pada Senin tersebut, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan ke lokasi hingga 12 Oktober 2026 mencapai 20.000 liter. Saat ini, terdapat lima unit tandon air milik BPBD yang tersedia untuk mendukung penyaluran dan penampungan air bagi warga.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak dilakukan setiap empat hari sekali. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersinergi dengan ketua RT/RW serta warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan distribusi air bersih selesai pada pukul 16.00 WIB, tanpa kendala yang dilaporkan.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember, khususnya dalam membantu masyarakat memperoleh akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau. (bob)

Galeri Foto