Bunga Desa di SMPN 1 Sumberjambe, Bupati Jember Ajak Siswa Rajin Belajar Demi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
- 01 Juli 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desa di SMPN 1 Sumberjambe, Bupati Jember Ajak Siswa Rajin Belajar Demi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
Jember, 1 Juli 2026 – Semangat belajar dan membangun karakter generasi muda kembali digaungkan melalui kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang digelar di SMP Negeri 1 Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta ratusan siswa.
Apel siswa yang berlangsung di halaman SMPN 1 Sumberjambe itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bunga Desa yang bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti jalannya apel. Mereka berbaris rapi mengenakan seragam sekolah sambil menyambut kedatangan Bupati Jember dan rombongan dengan penuh semangat. Suasana semakin meriah ketika Gus Fawait menyapa para siswa secara langsung dan mengajak mereka berdialog mengenai cita-cita serta pentingnya pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah masa depan seseorang. Menurutnya, belajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman di lingkungan keluarga, masyarakat, serta berbagai kegiatan positif di luar sekolah.
"Anak-anakku, jangan pernah berhenti belajar. Belajar itu tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah, di lingkungan, dan dari pengalaman hidup. Semakin banyak ilmu yang kalian miliki, semakin besar kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Gus Fawait.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menekan angka pernikahan dini yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menurutnya, ketika anak-anak tetap bersekolah dan memiliki cita-cita tinggi, mereka akan lebih fokus mempersiapkan masa depan sehingga dapat menghindari pernikahan pada usia yang belum matang.
"Kalau anak-anak terus sekolah dan mengejar cita-cita, maka risiko pernikahan dini bisa ditekan. Ketika pernikahan dini berkurang, maka kita juga ikut menurunkan risiko lahirnya anak stunting. Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan generasi Jember yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tambahnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta apel. Para guru dan siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian setiap arahan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Jember tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, mengatakan bahwa kegiatan apel siswa dalam rangka Bunga Desa merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendekatkan dunia pendidikan dengan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di sekolah diharapkan mampu memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin percaya diri dalam meraih prestasi.
"Melalui kegiatan Bunga Desa ini kami ingin memastikan bahwa pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah. Kehadiran Bupati di tengah-tengah siswa menjadi motivasi agar mereka semakin semangat belajar, berkarakter, dan memiliki mimpi besar untuk masa depannya," ujar Arief Tjahyono.
Ia juga mengajak seluruh sekolah untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban. Setelah penyampaian sambutan, Gus Fawait bersama Kepala Dinas Pendidikan berkeliling menyapa para siswa. Banyak siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berjabat tangan, berfoto bersama, hingga berbincang singkat dengan Bupati Jember.
Momen itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para siswa. Wajah-wajah ceria terlihat ketika mereka berhasil mengabadikan foto bersama Bupati maupun Kepala Dinas Pendidikan.
Salah satu siswa yang juga merupakan anggota OSIS SMPN 1 Sumberjambe, Novida, siswi kelas VIII E, mengaku sangat senang karena dapat bertemu dan bersalaman langsung dengan Bupati Jember.
"Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan Bapak Bupati. Beliau ramah dan memberikan motivasi agar kami rajin belajar. Semoga beliau sering datang ke sekolah-sekolah sehingga kami semakin semangat untuk meraih cita-cita," ungkap Novida.
Menurut Novida, kehadiran Bupati membuat seluruh siswa merasa diperhatikan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mampu memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.
Para guru juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap dunia pendidikan. Mereka berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jember.
Program Bunga Desa sendiri menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat desa. Dalam setiap pelaksanaannya, berbagai organisasi perangkat daerah ikut terlibat memberikan layanan sesuai bidang masing-masing, termasuk sektor pendidikan.
Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dengan satuan pendidikan sekaligus menyampaikan berbagai program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Melalui kegiatan apel siswa di SMPN 1 Sumberjambe, Pemerintah Kabupaten Jember berharap lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta mampu menjadi agen perubahan bagi daerahnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, pendidikan di Kabupaten Jember diharapkan semakin maju serta mampu mencetak generasi yang cerdas, sehat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Semangat yang ditunjukkan para siswa pada kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa harapan untuk mewujudkan Jember Baru, Jember Maju dapat dimulai dari lingkungan sekolah. (HZ)