“Bunga Desaku” di Mumbulsari, Pemerintah Hadir Lebih Dekat Layani dan Dengarkan Kebutuhan Masyarakat
- 07 April 2026
- Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
“Bunga Desaku” di Mumbulsari, Pemerintah Hadir Lebih Dekat Layani dan Dengarkan Kebutuhan Masyarakat
JEMBER, 07 APRIL 2026 - – Program “Bunga Desaku” atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan kembali digelar di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin, 6 April 2026 hingga Selasa, 7 April 2026, dan dipusatkan di wilayah Desa Suco. Program ini dinilai menjadi salah satu terobosan pelayanan publik yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan yang digagas langsung oleh Bupati Jember, Fawait, S.E., M.Sc., ini menghadirkan berbagai layanan secara langsung di tengah masyarakat. Mulai dari pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pasar murah, hingga forum diskusi bersama kelompok tani, pelaku UMKM, dan pedagang kecil (mlijo).
Program ini bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, mendengarkan keluhan secara langsung, serta memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat dan tepat,” ujar Bupati Fawait saat ditemui di lokasi kegiatan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pertemuan kelompok tani yang berlangsung pada Selasa siang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., bersama jajaran pejabat DTPHP.
Dalam kegiatan tersebut, sebagian jajaran DTPHP turut meramaikan pasar murah, sementara lainnya mendampingi Kepala Dinas untuk berdialog langsung dengan para petani. Diskusi berlangsung terbuka dan penuh keakraban, di mana para petani menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan mereka.
Salah satu perwakilan kelompok tani menyampaikan harapannya terkait insentif bagi kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Ia juga meminta agar pengajuan pupuk organik dapat dibuka kembali karena dinilai mampu memperbaiki kualitas tanah di Jember.
“Kami berharap ada insentif untuk poktan dan gapoktan, serta pengajuan pupuk organik bisa dibuka kembali karena sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah,” ujarnya.
Selain itu, petani juga mengusulkan perbaikan dan pelebaran akses jalan pertanian guna memperlancar distribusi hasil panen.
Sementara itu, perwakilan kelompok tani lainnya menyampaikan persoalan terkait pemeliharaan irigasi, kebutuhan optimalisasi lahan, hingga keterbatasan lahan untuk pemakaman umum. Ia juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan DTPHP.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program-program yang sudah berjalan karena sangat membantu masyarakat. Kami juga berharap adanya perhatian terkait BPJS untuk kelompok tani dan gapoktan,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Moh. Djamil, menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai program sebagai bentuk keberpihakan kepada petani.
“Pemerintah sudah memberikan program irigasi dan optimalisasi lahan. Pada tahun 2025, kami telah melaksanakan optimalisasi lahan (oplah) seluas 4.400 hektare untuk 107 kelompok tani, yang merupakan capaian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember,” jelas Djamil.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 DTPHP kembali mendapatkan tambahan program optimalisasi lahan seluas 7.070 hektare yang akan diberikan kepada sekitar 350 kelompok tani.
Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada tahun 2025 juga mencapai nilai Rp38 miliar. Djamil mengingatkan agar seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh para petani.
“Kami berharap bantuan yang sudah diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan bantuan irigasi perpompaan (irpom) yang akan disalurkan ke 100 titik untuk kelompok tani di Kabupaten Jember. Program ini diharapkan dapat membantu pengairan lahan pertanian, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Terkait usulan pengadaan pupuk organik, Bupati Fawait menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi menyediakan pupuk organik secara langsung. Hal ini dikarenakan sudah banyak kelompok tani yang mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri.
“Pemerintah tidak boleh bersaing dengan masyarakatnya sendiri. Saat ini sudah banyak kelompok tani yang memproduksi pupuk organik, sehingga kami mendorong agar petani membeli dari sesama petani. Ini juga menjadi nilai ekonomi tambahan bagi mereka,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan petani yang berkaitan dengan pelayanan OPD dapat langsung disampaikan melalui kecamatan atau dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kegiatan “Bunga Desaku” ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan publik, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat dari interaksi aktif antara warga, petani, dan jajaran pemerintah selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Mumbulsari dan sekitarnya. (ima)