Bunga Desaku Gus Fawait di Sumberbaru, DPMD Jember Jemput Aspirasi Warga
- 10 Agustus 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Gus Fawait di Sumberbaru, DPMD Jember Jemput Aspirasi Warga
JEMBER, 9 Agustus 2026– Penguatan tata kelola pemerintahan desa tidak cukup hanya bertumpu pada regulasi dan administrasi. Suara masyarakat dari tingkat paling bawah menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan yang sesuai kebutuhan warga.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan Pertemuan RT/RW dan Kader Posyandu serta Serap Aspirasi yang digelar di acara Bunga Desaku Minggu, 9 Agustus 2026 di Balai Desa Randu Agung Kecamatan Sumberbaru. Agenda tersebut menjadi ruang bertemunya unsur masyarakat dengan pemerintah untuk menyampaikan kebutuhan, persoalan, sekaligus gagasan pembangunan.
Berdasarkan agenda yang ditampilkan, pertemuan RT/RW dan kader Posyandu berlangsung di Balai Desa Sumberagung. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 650 peserta dari unsur RT/RW dan 603 kader Posyandu.
Setelah kegiatan tersebut, rangkaian agenda dilanjutkan dengan serap aspirasi di Balai Desa Karang Bayat. Forum ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga kepala sekolah swasta. Tercatat sebanyak 600 tokoh masyarakat, 400 tokoh pemuda dan 68 kepala sekolah swasta masuk dalam daftar peserta.
Bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, pola komunikasi langsung seperti ini memiliki arti strategis. Sebab, pembangunan desa pada akhirnya harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Kepala DPMD Kabupaten Jember Adi Wijaya, S.STP, M.Si, mengatakan aspirasi masyarakat merupakan salah satu bahan penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan desa.
“Desa itu hidup karena masyarakatnya. Karena itu, setiap kebijakan dan program pembangunan harus memiliki keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Forum seperti ini penting untuk memastikan aspirasi warga tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program,” ujarnya.
Menurut Adi, keberadaan RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda memiliki posisi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan persoalan warga sehari-hari.
Melalui forum partisipatif tersebut, DPMD Jember melihat adanya peluang memperkuat budaya pemerintahan yang responsif. Aspirasi masyarakat bukan sekadar pelengkap agenda, melainkan pijakan penting untuk menghadirkan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga.(Ach)