Kepala BGN Apresiasi Bupati Fawait, Jember Disebut Sebagai Percontohan Nasional Percepatan Program MBG
- 16 April 2026
- Dibaca 570 Kali
Bagikan Via:
Kepala BGN Apresiasi Bupati Fawait, Jember Disebut Sebagai Percontohan Nasional Percepatan Program MBG
JEMBER, 16 APRIL 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember pada Kamis pagi dengan agenda utama meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kamis 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini terus diperluas di berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB, saat Kepala BGN tiba di lokasi dan langsung meresmikan Dapur SPPG Wringinagung yang ditandai dengan pemotongan pita. Setelah itu, rombongan melakukan peninjauan langsung ke fasilitas dapur untuk memastikan kesiapan operasional dalam mendukung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan santri.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Nurul Chotib di Desa Wringinagung. Acara seremoni dimulai pukul 09.10 WIB dengan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan Bupati Jember, sambutan Kepala BGN, serta doa bersama.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula peninjauan langsung program pemberian makan bergizi gratis kepada sekitar 1.300 santri dan siswa dengan sistem prasmanan menggunakan ompreng SPPG. Kegiatan ini menunjukkan implementasi nyata program MBG yang menyasar kalangan pelajar sebagai penerima manfaat utama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jember Muhammad Fawait, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, jajaran Forkopimda Jember, Satgas BGN Kabupaten Jember, serta para siswa dan santri Pondok Pesantren Nurul Chotib Alqodiri 4.
Dalam sambutannya, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Kabupaten Jember dipilih sebagai lokasi kunjungan kerja pertama karena dinilai sebagai daerah percontohan dalam pelaksanaan program MBG.
Ia mengapresiasi langkah Bupati Jember yang turun langsung ke lapangan sehingga berhasil menemukan data baru penerima manfaat hingga 800.000 yang sebelumnya belum terakomodasi dalam sistem. "Jadi ini selalu saya contohkan seluruh Indonesia Pak Bupati, makanya saya hadir ke Jember ini," ujarnya.
Ia juga menekankan dampak ekonomi dari keberadaan SPPG, di mana satu dapur memiliki potensi perputaran uang hingga Rp1 miliar per bulan. Dengan proyeksi 400 SPPG di Jember, maka perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp400 miliar setiap bulan. Bahkan, menurutnya, angka tersebut dapat melampaui perputaran Dana Desa.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa program MBG sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mengaku sempat menerima berbagai kritik di media sosial, namun setelah melakukan peninjauan langsung ke lapangan, justru masyarakat sangat menantikan program tersebut.
“Di sekolah-sekolah, baik SD maupun SMP, bahkan saat kami siaran langsung, banyak yang bertanya kapan mereka mendapatkan MBG,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif terhadap sektor pertanian. Salah satunya adalah kenaikan harga jeruk yang sebelumnya hanya sekitar Rp4.000 per kilogram dan kini meningkat menjadi minimal Rp10.000 per kilogram sejak adanya program MBG. Kondisi ini mendorong petani kembali bergairah untuk menanam jeruk.
Menutup sambutannya, Bupati yang dikenal sebagai bupati termuda dalam sejarah Jember tersebut menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas program MBG yang dinilai sangat membantu masyarakat.
“Kami mewakili warga Jember mengucapkan terima kasih. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan dapur SPPG di Kecamatan Jombang sebelum akhirnya seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 10.40 WIB. Program MBG diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. (yun)