logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Bunga Desaku Jadi Fokus, Kecamatan Kencong Kejar Finalisasi Data Peserta

  • 06 Oktober 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
bunga-desaku-jadi-fokus-kecamatan-kencong-kejar-finalisasi-data-peserta-20261007

Bunga Desaku Jadi Fokus, Kecamatan Kencong Kejar Finalisasi Data Peserta

JEMBER, 06 AGUSTUS 2026 - Persiapan pelaksanaan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kecamatan Kencong dalam memperkuat koordinasi dengan seluruh pemerintah desa.

Hal tersebut mengemuka dalam apel bersama staf Kecamatan Kencong dan perangkat desa se-Kecamatan Kencong yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kencong, Senin 05 Oktober 2026.

Dalam apel tersebut, Camat Kencong, Leon Lazuardi, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah desa, terutama dalam memastikan data masyarakat yang akan menjadi peserta Bunga Desaku benar-benar lengkap dan valid.

Bukan tanpa alasan. Dari target sekitar 5.000 peserta, data yang telah masuk hingga saat ini mencapai 4.965 orang atau 99,3 persen. Namun, masih terdapat sejumlah data yang harus disempurnakan, khususnya Nomor Kartu Keluarga (KK) dan nomor telepon seluler.

“Sudah 99,3 persen, tinggal sedikit lagi. Tetapi yang sedikit itu harus diselesaikan. Nomor KK dan nomor HP harus dilengkapi supaya data benar-benar valid dan pelaksanaan kegiatan bisa tertib,” tegas Leon.

Menurutnya, kelengkapan data menjadi bagian penting dalam persiapan Bunga Desaku. Program tersebut tidak sekadar menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi dari berbagai kelompok di tingkat desa.

Bunga Desaku di Kecamatan Kencong dirancang melalui sejumlah agenda yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Lima agenda utama yang disiapkan meliputi Sholawat Kampung, Temu UMKM/Mlijo/PKL/Poktan, Temu RT/RW, Temu Kader, serta Serap Aspirasi.

Masing-masing titik kegiatan ditargetkan melibatkan sekitar 1.000 peserta, sehingga ketepatan data menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Leon meminta kepala desa beserta seluruh perangkat tidak hanya menyerahkan persoalan pendataan kepada kecamatan. Pemerintah desa diminta ikut aktif melakukan pengecekan dan memastikan masyarakat yang dilibatkan sesuai dengan sasaran kegiatan.

“Bunga Desaku ini harus dipersiapkan bersama. Jangan sampai ketika pelaksanaan masih ada data yang bermasalah. Pemerintah desa harus memastikan data masyarakat yang menjadi sasaran sudah lengkap dan benar,” ujarnya.

Selain persoalan data peserta, koordinasi juga diarahkan untuk memastikan setiap kelompok masyarakat yang menjadi bagian dari rangkaian Bunga Desaku dapat terakomodasi.

Kelompok UMKM, pedagang keliling atau mlijo, PKL, kelompok tani, RT/RW, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga kelompok pemuda diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus aspirasi secara langsung.

Serap Aspirasi menjadi salah satu bagian penting karena menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan pemerintah. Aspirasi yang muncul dari tingkat bawah diharapkan tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan dan tindak lanjut pemerintah.

Karena itu, Camat Kencong meminta jajaran desa memperkuat komunikasi hingga tingkat RT dan RW.

“Yang paling dekat dengan masyarakat adalah pemerintah desa, kepala dusun, RT dan RW. Mereka harus ikut memastikan masyarakat mengetahui dan memahami kegiatan yang akan dilaksanakan,” kata Leon.

Di tengah persiapan Bunga Desaku, Kecamatan Kencong juga terus mengingatkan desa agar tidak mengabaikan pelayanan dasar masyarakat. Pemutakhiran data Perlindungan Sosial (Perlinsos), percepatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta pendampingan program Home Care tetap menjadi bagian dari konsolidasi pemerintahan.

Leon juga meminta perangkat desa mendampingi Tim Home Care ketika melakukan kunjungan kepada warga penerima layanan.

“Ketika Tim Home Care turun, kami berharap pemerintah desa ikut mendampingi. Untuk penjadwalannya nanti diinformasikan melalui Seksi PMKS,” ujarnya.

Dengan berbagai agenda tersebut, apel bersama di Kecamatan Kencong menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah kecamatan dan desa. Bunga Desaku diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan pemerintahan, tetapi benar-benar menjadi ruang bertemunya pemerintah dengan masyarakat, mendengar persoalan warga, sekaligus membuka akses terhadap berbagai layanan dan program.

Kelengkapan data menjadi pintu awal. Selanjutnya, kesiapan desa, keterlibatan masyarakat dan tindak lanjut aspirasi menjadi penentu apakah Bunga Desaku benar-benar memberikan manfaat bagi warga. (gfr)

Galeri Foto