Bupati Instruksikan Olah Sampah Mandiri, PKK Banjarsengon Siapkan Kader Jadi Penggerak
- 12 Juni 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Bupati Instruksikan Olah Sampah Mandiri, PKK Banjarsengon Siapkan Kader Jadi Penggerak
JEMBER, 12 JUNI 2026 - Tim Penggerak PKK Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember menggelar kegiatan kesehatan lingkungan bertema pengelolaan sampah di Pendopo Kelurahan Banjarsengon, Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas peringatan Kementerian Lingkungan Hidup mengenai kondisi kritis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut instruksi Bupati Jember terkait gerakan pengolahan sampah mandiri di tingkat masyarakat.
Acara dibuka oleh Lurah Banjarsengon, Sudik Haryon0, S.Sos, M.Si. Ia menegaskan kapasitas TPA Pakusari saat ini sudah tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
"Sampah harus selesai dari rumah. Kader PKK menjadi ujung tombak perubahan di tingkat RT dan RW. Kalau ibu-ibu bergerak, Banjarsengon bisa menjadi percontohan," ujarnya.
Ketua TP-PKK Kelurahan Banjarsengon, Henry Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja IV PKK. Pihaknya menargetkan setiap RW memiliki bank sampah yang aktif.
"Hari ini kami membekali para kader agar mampu menggerakkan warga untuk mengelola sampah dari rumah masing-masing," katanya.
Perwakilan Puskesmas Banjarsengon, Erik Gunawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle.
Menurutnya, kondisi TPA Pakusari yang semakin terbatas menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk mulai mengurangi produksi sampah dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.
"Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, misalnya membawa tas belanja sendiri. Reuse dengan memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan. Sedangkan recycle dilakukan dengan memilah sampah yang dapat didaur ulang seperti botol plastik, kardus, dan kertas," jelasnya.
Ia menambahkan, sampah yang telah dipilah dapat disetorkan ke bank sampah maupun fasilitas pengumpulan yang tersedia. Selain menjaga kebersihan lingkungan, langkah tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan sekaligus Sanitarian Puskesmas Banjarsengon, Rica Risqi Kinanti Wulan, memaparkan keterkaitan pengelolaan sampah dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Ia menjelaskan STBM memiliki lima pilar utama, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Menurut Rica, pilar pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci untuk mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA.
"Timbulan sampah di Banjarsengon didominasi sampah plastik dan organik. Jika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah dan melakukan komposting skala rumah tangga, maka beban TPA Pakusari akan berkurang secara signifikan," ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Imam dari Bank Sampah BSI sebagai mitra dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Banjarsengon. (sgk)