Bupati Jember Tekankan Pemerataan Layanan Kesehatan Melalui Program Home Care
- 28 Agustus 2026
- Dibaca 77 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Tekankan Pemerataan Layanan Kesehatan Melalui Program Home Care
JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui program Home Care. Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam Apel Pemberangkatan Perangkat Daerah Pengampu Home Care yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Home Care di Kabupaten Jember, khususnya dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pelayanan kesehatan dasar secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya. Perangkat daerah pengampu diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan program agar pelayanan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa program Home Care lahir dari semangat menghadirkan kesetaraan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Menurutnya, masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik umumnya dapat memperoleh akses dokter keluarga maupun dokter pribadi. Kondisi tersebut diharapkan juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu melalui program yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kalau orang kaya, orang yang berada mempunyai dokter keluarga, mempunyai dokter pribadi. Kami di Jember sedang berjuang untuk mewujudkan mimpi bahwa warga yang tidak mampu juga mempunyai dokter keluarga atau dokter pribadi,” ujar Bupati Jember dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu landasan utama pelaksanaan Home Care. Pemerintah Kabupaten Jember berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga warga tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan dasar, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, Home Care menyasar lima kategori masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian dan pendampingan secara lebih intensif. Kelima kategori tersebut meliputi lansia tunggal, ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas, serta masyarakat miskin.
Kelima kelompok tersebut menjadi prioritas karena memiliki kebutuhan pelayanan dan pendampingan yang berbeda. Lansia tunggal, misalnya, dapat menghadapi keterbatasan mobilitas dan tidak memiliki anggota keluarga yang dapat mendampingi secara optimal. Sementara ibu hamil risiko tinggi memerlukan pemantauan lebih dekat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.
Demikian pula dengan anak stunting yang membutuhkan pemantauan pertumbuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta edukasi kepada keluarga. Penyandang disabilitas juga membutuhkan akses pelayanan yang mudah dan ramah, sedangkan masyarakat miskin menjadi kelompok yang perlu mendapatkan jaminan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi hambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.
Apresiasi terhadap pelaksanaan program Home Care Jember juga disampaikan oleh Letjend (Purn) A.M Putranto. Ia menilai kegiatan sosialisasi sekaligus pelaksanaan Home Care yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember merupakan langkah yang sangat luar biasa.
Menurut purnawirawan jenderal kelahiran Jember ini, program tersebut menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan pelayanan secara langsung kepada warga dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tidak terlewat dari perhatian pemerintah.
“Home Care di Jember ini sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar Putranto saat memberikan apresiasi terhadap program tersebut.
Apel pemberangkatan ini sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan lintas perangkat daerah dalam menyukseskan Home Care. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan sinergi antarpihak agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara menyeluruh.
Melalui program Home Care, Pemerintah Kabupaten Jember berharap pelayanan kesehatan dasar dapat semakin merata dan mudah dijangkau. Kehadiran petugas di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat identifikasi kebutuhan, memberikan pendampingan, serta mendorong penanganan terhadap kelompok rentan secara lebih terarah.
Dengan demikian, Home Care tidak sekadar menjadi program pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember mewujudkan prinsip kesetaraan dalam memperoleh layanan dasar. Mimpi menghadirkan “dokter keluarga” bagi masyarakat yang kurang mampu diharapkan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang hadir langsung di tengah warga. (tgh)