logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Camat Faroek Dorong Perangkat Desa Pahami Program Unggulan Bupati Fawait

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 259 Kali
Bagikan Via:
camat-faroek-dorong-perangkat-desa-pahami-program-unggulan-bupati-fawait-20261001

Camat Faroek Dorong Perangkat Desa Pahami Program Unggulan Bupati Fawait

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 – Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. mendorong Pemerintah Desa Rowosari untuk memahami berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikan Faroek saat memberikan arahan kepada Kepala Desa Rowosari Jamilah bersama seluruh perangkat desa di pendopo Desa Rowosari, Rabu 30 September 2026.

Menurut Faroek, pemahaman perangkat desa terhadap berbagai program pemerintah menjadi hal penting karena desa merupakan salah satu tempat pertama masyarakat mendapatkan informasi mengenai pelayanan publik. Perangkat desa diharapkan tidak hanya memahami tugas administrasi pemerintahan, tetapi juga mengetahui berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Perangkat desa harus tahu program apa saja yang ada di Kabupaten Jember dan layanan apa yang bisa diakses oleh masyarakat. Ketika ada warga yang datang bertanya, paling tidak perangkat desa bisa memberikan penjelasan awal dan mengarahkan warga ke layanan yang sesuai. Jangan sampai masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan pelayanan, tetapi tidak mengetahui informasinya,” ujar Faroek.

Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. memiliki sasaran dan bentuk pelayanan yang berbeda. Karena itu, aparatur di tingkat desa perlu terus memperbarui informasi agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Salah satu pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat adalah melalui program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan dan menyerap aspirasi masyarakat secara lebih dekat.

Selain itu, terdapat berbagai program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga pemberdayaan ekonomi. Program-program tersebut antara lain UHC Prioritas, Peta Cinta, Mlijo Cinta, Beasiswa Cinta Bergema, serta layanan publik yang terus dikembangkan melalui Mal Pelayanan Publik dan MPP Digital.

Faroek menilai, keberadaan berbagai program tersebut akan lebih mudah dirasakan manfaatnya apabila informasi mengenai layanan dapat diteruskan hingga tingkat desa. Karena itu, perangkat desa perlu memahami informasi dasar mengenai program, termasuk siapa yang menjadi sasaran dan ke mana masyarakat harus diarahkan ketika membutuhkan layanan tertentu.

“Tidak semua masyarakat mengetahui informasi dari media atau dari pemerintah kabupaten. Banyak warga yang justru pertama kali bertanya kepada kepala desa atau perangkat desa. Maka, kita harus siap. Kalau ada program kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, bantuan atau pelayanan lainnya, perangkat harus tahu informasi dasarnya. Kalau memang kewenangannya ada di OPD, tinggal diarahkan dengan benar,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah desa memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Kedekatan perangkat desa dengan warga menjadi modal penting untuk memastikan informasi mengenai program pemerintah dapat diterima secara lebih luas.

Faroek juga mengingatkan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan ketentuan dan sumber resmi. Hal tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman mengenai persyaratan maupun mekanisme pelayanan.

“Yang kita sampaikan kepada masyarakat harus jelas dan benar. Jangan sampai karena informasi yang kurang lengkap kemudian masyarakat salah memahami program. Kalau perangkat desa belum mengetahui secara detail, bisa berkoordinasi dengan kecamatan atau perangkat daerah terkait. Yang penting masyarakat mendapatkan arah dan informasi yang tepat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Faroek juga meminta agar seluruh perangkat desa memiliki kepedulian yang sama terhadap pelayanan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari kecepatan menyelesaikan administrasi, tetapi juga dari kemampuan aparatur membantu masyarakat memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Kepala Desa Rowosari, Jamilah, bersama seluruh perangkat desa mengikuti arahan tersebut. Pemahaman terhadap program pemerintah diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan di tingkat desa, sehingga masyarakat tidak kesulitan ketika membutuhkan informasi mengenai berbagai layanan yang disediakan pemerintah.

Program Bunga Desaku sendiri menjadi salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, pelayanan dari sejumlah organisasi perangkat daerah dapat dihadirkan lebih dekat ke masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi warga.

Sementara itu, pengembangan layanan publik juga dilakukan melalui MPP Mini dan MPP Digital. Pemerintah Kabupaten Jember mendorong agar pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat dengan memanfaatkan integrasi layanan dan perkembangan teknologi.

Faroek berharap perangkat desa dapat mengikuti perkembangan program pemerintah secara berkelanjutan. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi penghubung informasi antara pemerintah kabupaten dengan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tidak merasa jauh dari pemerintah. Kalau informasi bisa sampai ke desa, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan. Karena itu, saya minta perangkat desa terus belajar, terus mengikuti informasi, dan jangan ragu berkoordinasi dengan kecamatan apabila ada program yang belum dipahami,” pungkasnya. (wd)

Galeri Foto