logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Camat Kencong Tinjau Langsung Balita Stunting dengan Penyakit Penyerta, Tekankan Kolaborasi Penanganan

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 222 Kali
Bagikan Via:
camat-kencong-tinjau-langsung-balita-stunting-dengan-penyakit-penyerta-tekankan-kolaborasi-penanganan-20260328

Camat Kencong Tinjau Langsung Balita Stunting dengan Penyakit Penyerta, Tekankan Kolaborasi Penanganan

JEMBER, 27 MARET 2026 – Upaya penanganan balita dengan gizi bermasalah (stunting) terus dilakukan secara terpadu di wilayah Kecamatan Kencong. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan langsung ke rumah balita 26 bulan bernama Muhammad El Zain, yang mengalami kondisi gizi bermasalah disertai penyakit penyerta sejak lahir.

Kunjungan tersebut melibatkan tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Kencong bersama Pemerintah Desa Kencong, Bidan Wilayah Desa Kencong, Camat Kencong, serta Kepala Puskesmas Kencong sebagai bentuk kepedulian dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting.

Diketahui, El Zain memiliki beberapa penyakit bawaan yang cukup kompleks, di antaranya jantung bawaan, cerebral palsy (kelumpuhan yang disebabkan gangguan pada otak), serta Down syndrome. Kondisi ini menjadi faktor yang turut memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisiknya, sehingga membutuhkan perhatian serta penanganan khusus secara berkelanjutan.

Sebelum adanya program G1.200 Nakes, Puskesmas Kencong telah lebih dulu melakukan langkah penanganan dengan berkoordinasi bersama Kepala Desa Kencong. Selain itu, pihak Puskesmas juga telah memberikan bantuan serta memfasilitasi rujukan pemeriksaan El Zain ke RSUD dr. Soebandi Jember, di mana ia ditangani oleh dokter spesialis anak, dr. Dion.

Pasca pelaksanaan program G1200 Nakes, kunjungan kembali dilakukan sebagai bentuk monitoring lanjutan terhadap kondisi El Zain. Dalam kegiatan ini, tim melakukan pemantauan tumbuh kembang sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga terkait pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat sesuai kondisi anak.

Camat Kencong Ronny Arvianto dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menangani kasus stunting, terutama yang disertai penyakit penyerta. Ia berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta keluarga dapat terus diperkuat demi meningkatkan kualitas hidup anak.

“Penanganan stunting, terlebih dengan kondisi khusus seperti ini, membutuhkan perhatian bersama. Kami akan terus mendorong pendampingan intensif agar anak dapat memperoleh perawatan dan dukungan yang maksimal,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan rutin serta memastikan intervensi yang diberikan berjalan optimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan seperti Posyandu guna mendeteksi dini permasalahan gizi pada balita.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penanganan kasus stunting di wilayah Kencong dapat semakin maksimal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. (fur)

Galeri Foto