Camat Panti Turun Langsung Antar BLT Dana Desa ke Rumah Warga Lansia dan Penyandang Disabilitas di Pakis
- 24 September 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Camat Panti Turun Langsung Antar BLT Dana Desa ke Rumah Warga Lansia dan Penyandang Disabilitas di Pakis
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 - Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Pakis bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Panti, Kabupaten Jember. Dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode Juli–September 2026, jajaran pemerintah desa dan kecamatan menerapkan sistem jemput bola dengan mengantarkan bantuan langsung ke rumah warga yang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan maupun keterbatasan fisik.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, tersebut dipusatkan di Kantor Desa Pakis, Kecamatan Panti. Sebanyak 12 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran penyaluran BLT-DD kali ini.
Meski penyaluran bantuan di kantor desa berlangsung tertib dan lancar, perhatian khusus diberikan kepada warga lanjut usia (lansia) dan penerima manfaat yang mengalami keterbatasan fisik sehingga tidak memungkinkan untuk datang langsung ke lokasi penyaluran.
Untuk memastikan seluruh penerima manfaat memperoleh haknya, perangkat desa bersama unsur Muspika Panti turun langsung menggunakan kendaraan roda dua untuk mendatangi rumah warga satu per satu.
Langkah jemput bola tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan khusus. Bantuan diserahkan langsung kepada penerima manfaat di kediaman masing-masing dengan disaksikan keluarga maupun warga sekitar.
Menariknya, Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., turut terjun langsung dalam kegiatan tersebut. Ia bersama rombongan menyusuri jalan desa menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan bantuan kepada warga yang berhalangan hadir.
Di sela-sela penyerahan bantuan di kediaman salah satu penerima manfaat, Hendra menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan juga merupakan tanggung jawab moral pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami hadir langsung ke rumah warga karena bagi saya pribadi, bantuan ini bukan sekadar urusan administrasi penyaluran dana desa semata. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa negara benar-benar hadir bagi setiap warganya, terutama mereka yang sedang diuji dengan keterbatasan fisik atau uzur sehingga tidak bisa datang ke kantor desa," tegas Hendra.
Menurutnya, pemerintah kecamatan dan desa harus senantiasa mengedepankan pelayanan yang responsif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, unsur Muspika, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap program bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
Melalui pelayanan jemput bola tersebut, Hendra berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat. Ia menilai pelayanan publik tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga harus mengedepankan empati dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menjelang sore, seluruh rangkaian penyaluran BLT-DD kepada 12 KPM di Desa Pakis berhasil dituntaskan dengan aman, tertib, dan lancar, baik melalui penyerahan di kantor desa maupun pengantaran langsung ke rumah penerima manfaat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh pelayanan publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi pemerintah desa dan unsur Muspika Panti, diharapkan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan memperoleh haknya hanya karena keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan. (jha)