Home Care Puskesmas Bangsalsari Jangkau Lansia Tinggal Sendiri di Desa Badean
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Home Care Puskesmas Bangsalsari Jangkau Lansia Tinggal Sendiri di Desa Badean
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Puskesmas Bangsalsari melaksanakan kegiatan Home Care dengan mengunjungi Busiya, seorang warga lanjut usia (lansia) yang tinggal sendiri di Dusun Driso, RT 001/RW 001, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jumat 16 Oktober 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung sekaligus mengidentifikasi kebutuhan sosial warga yang mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Busiya diketahui mengalami kendala kesehatan yang membuatnya kesulitan berdiri dan berjalan. Selain itu, kondisi rumah yang ditempatinya juga masuk kategori tidak layak huni. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Busiya telah terdaftar sebagai penerima bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Pelaksanaan Home Care melibatkan Puskesmas Bangsalsari bersama sejumlah unsur lintas sektor, yakni organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu dari Inspektorat dan Bagian Organisasi, Kecamatan Bangsalsari, operator BSPS RTLH Desa Badean, LRT Desa Badean, pendamping PKH Desa Badean dan Kecamatan, serta Koordinator Kecamatan LSN Bangsalsari.
Dalam kunjungan tersebut, petugas Puskesmas Bangsalsari melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan medis hasil pemeriksaan.
Selain pelayanan kesehatan, tim juga melakukan pendataan untuk mengidentifikasi kebutuhan alat bantu jalan bagi Busiya. Pendataan tersebut diharapkan menjadi bahan tindak lanjut agar warga yang mengalami keterbatasan mobilitas dapat memperoleh dukungan sesuai persyaratan dan ketentuan program yang tersedia.
Tim juga mendata kondisi tempat tinggal Busiya untuk kebutuhan tindak lanjut bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Langkah ini penting agar kondisi hunian warga dapat menjadi perhatian instansi terkait dalam proses verifikasi dan penentuan bantuan.
Sebagai bentuk kepedulian langsung, dalam kegiatan tersebut Busiya juga menerima bantuan berupa selimut, pakaian, dan uang tunai.
Camat Bangsalsari, Beny Armindo Ginting, S.STP., menekankan pentingnya sinergi antara layanan kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pendamping sosial untuk membantu warga yang menghadapi keterbatasan kesehatan maupun kondisi sosial ekonomi.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjangkau warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan secara mandiri, termasuk lansia yang tinggal sendiri dan memiliki keterbatasan mobilitas. Melalui koordinasi lintas sektor, kebutuhan kesehatan dan sosial warga dapat didata untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Beny.
Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi salah satu langkah penting agar kebutuhan warga dapat disampaikan kepada perangkat daerah atau instansi yang memiliki program bantuan sesuai kondisi masing-masing.
Kegiatan Home Care di Desa Badean ini sejalan dengan program pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau Gus Fawait. Program Home Care memungkinkan pelayanan kesehatan menjangkau warga yang mengalami hambatan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Kegiatan tersebut juga berkesinambungan dengan berbagai upaya Kecamatan Bangsalsari dalam mendampingi warga yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk pelayanan administrasi kependudukan secara langsung dan koordinasi bantuan sosial bagi warga rentan. Pendekatan langsung ke lapangan membantu pemerintah mengetahui kondisi nyata warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti.
Dalam kasus Busiya, penanganan dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendataan kebutuhan alat bantu jalan, hingga pendataan kondisi rumah untuk kemungkinan bantuan RTLH. Masing-masing tindak lanjut tetap memerlukan proses verifikasi dan koordinasi dengan instansi yang berwenang.
Melalui kerja sama antara Puskesmas Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, pemerintah desa, dan para pendamping, diharapkan kebutuhan Busiya dapat ditangani secara bertahap sesuai hasil pendataan serta ketersediaan program bantuan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya berfokus pada warga yang mudah menjangkau kantor pemerintahan atau fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu memperhatikan masyarakat yang membutuhkan pendampingan langsung. (yun)