logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Belajar dari Panggung Dunia, 15 Siswa Sekolah Rakyat Jember Unjuk Kreasi di JFC 2026

  • 24 Juli 2026
  • Dibaca 62 Kali
Bagikan Via:
belajar-dari-panggung-dunia-15-siswa-sekolah-rakyat-jember-unjuk-kreasi-di-jfc-2026-20260725

Belajar dari Panggung Dunia, 15 Siswa Sekolah Rakyat Jember Unjuk Kreasi di JFC 2026

JEMBER, 24 JULI 2026 – Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para talenta profesional, tetapi juga membuka ruang ekspresi bagi siswa Sekolah Rakyat Jember. Sebanyak 15 siswa, terdiri atas satu siswa SMA, delapan siswa SMP, dan enam siswa SD, turut ambil bagian dalam ajang busana bertaraf internasional tersebut, Jumat 24 Juli 2026.

Koordinator JFC Sekolah Rakyat Jember, Muhammad Dimas Nasihudin, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar unjuk kebolehan, melainkan bagian dari pembelajaran kokurikuler. Pembelajaran ini dirancang untuk mengasah soft skill, seperti kepercayaan diri dan pemahaman emosi, sekaligus hard skill melalui proses pembuatan kostum.

Menurut Dimas, keterlibatan para siswa juga merupakan bentuk penerapan kurikulum mendalam, tempat proses belajar meluas hingga luar kelas. Materi yang diberikan difokuskan pada keterampilan esensial yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga para siswa memiliki bekal yang kuat untuk masa depan.

Langkah inklusif ini mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, S.E. Ia menilai ajang ini sebagai wujud pemenuhan hak anak atas pendidikan dan ruang ekspresi yang setara.

"Terima kasih kepada Sekolah Rakyat Jember yang telah membuka pintu kesempatan seluas-luasnya. Anak-anak kita tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi tampil percaya diri sebagai bagian dari perubahan positif demi masa depan mereka," ujar Sugeng.

Tahun 2026 menjadi momen bersejarah karena merupakan pengalaman pertama siswa Sekolah Rakyat dilibatkan dalam JFC. Dimas menegaskan, keikutsertaan ini bertujuan untuk mendukung kearifan lokal, memaksimalkan potensi belajar, serta memutus rantai kemiskinan melalui hasil pembelajaran yang berkesinambungan.

Inisiatif tersebut disambut hangat oleh para wali murid. Menurut Dimas, para orang tua sangat bangga karena anak-anak mereka memperoleh kesempatan dan hak tampil yang sama dengan peserta JFC lainnya.

Dalam pelaksanaannya, belasan siswa tersebut tersebar di beberapa defile, baik dalam rangkaian World Kids Carnaval (WKC) maupun Grand Carnival. Pada WKC, siswa Sekolah Rakyat tampil di chapter Inuit (5 siswa), Roots (2 siswa), dan Gaia (1 siswa). Sementara pada Grand Carnival, para siswa tersebar di chapter Re-Birth (1 siswa), Roots (1 siswa), Conscience (3 siswa), dan Noise (2 siswa).

Uniknya, seluruh busana yang dikenakan dibuat langsung oleh para siswa di bawah bimbingan guru, wali asrama, serta pendampingan dari Tim Relawan JFC. Langkah ini memastikan setiap karya tetap memenuhi standar artistik ajang bergengsi tersebut.

Mengakhiri keterangannya, Dimas menyampaikan bahwa capaian ini adalah bukti nyata keberhasilan pendidikan inklusif.

"Dalam satu tahun ini, kami membuktikan bahwa kesempatan belajar secara inklusif benar-benar terwujud di Sekolah Rakyat. Kini, para siswa mendapat kesempatan yang sama, termasuk tampil di ajang internasional seperti JFC," pungkasnya. (rou)

Galeri Foto