Camat Patrang Dukung Penguatan Emosional Ibu, Keluarga Bahagia Berawal dari Hati yang Sehat
- 05 November 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Camat Patrang Dukung Penguatan Emosional Ibu, Keluarga Bahagia Berawal dari Hati yang Sehat
JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Membangun keluarga yang harmonis tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga perhatian terhadap kondisi emosional setiap anggota keluarga, terutama seorang ibu yang memiliki peran besar dalam kehidupan rumah tangga. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan Seni Mengisi “Tangki Cinta” Ibu yang digelar di Pendopo Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kamis 05 November 2026.
Kegiatan yang diikuti para Ketua TP PKK kelurahan se-Kecamatan Patrang tersebut mendapat dukungan langsung dari Camat Patrang, Musyaffa, S.HI., M.M., yang hadir di tengah-tengah peserta. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah kecamatan terhadap kegiatan pemberdayaan perempuan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan karakter, kesehatan emosional, dan ketahanan keluarga.
Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Khulashah Syafa', S.Pd.I., M.Pd.I., bersama para Ketua TP PKK kelurahan se-Kecamatan Patrang. Kegiatan ini menghadirkan Dhylis Titian Awaly, B.Ed., CSHP, CH, CHt, CFH.Psy, CBC, CPHt, selaku Counselor and Emotional Specialist, yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan emosi negatif dan pentingnya membangun pola pikir positif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa seorang ibu tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi emosional dirinya. Kemampuan mengenali perasaan, mengelola tekanan, serta membangun komunikasi yang sehat menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman dan harmonis.
Camat Patrang, Musyaffa, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program penguatan emosional seperti ini sangat positif karena menyentuh aspek kehidupan yang sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki pengaruh besar terhadap keharmonisan keluarga.
Ia menilai, ibu memiliki peran strategis dalam membangun suasana rumah tangga. Namun, di balik peran dan tanggung jawabnya yang begitu besar, seorang ibu juga membutuhkan perhatian, dukungan, serta ruang untuk mengembangkan dan menjaga kesehatan emosionalnya.
"Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat baik dan perlu mendapatkan dukungan. Kita sering melihat seorang ibu begitu luar biasa dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarganya. Namun, kita juga harus memahami bahwa seorang ibu memiliki perasaan dan kebutuhan emosional yang perlu dijaga. Ketika ibu merasa bahagia, dihargai, dan memiliki kondisi emosional yang baik, hal tersebut akan memberikan pengaruh positif terhadap suasana keluarga," ungkap Musyaffa.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan edukatif semacam ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat bagi para peserta, tetapi juga mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Para kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak yang membawa nilai-nilai kebaikan, saling menguatkan, serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya keluarga yang sehat secara emosional di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas hubungan antarmanusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Oleh karena itu, Camat Patrang mendorong agar kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi perempuan dan keluarga seperti ini terus mendapat perhatian dan dukungan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, TP PKK, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang keluarga.
Melalui kegiatan Seni Mengisi “Tangki Cinta” Ibu, diharapkan para kader PKK semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan keluarga maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sebab, keluarga yang kuat tidak hanya dibangun dari kecukupan materi, tetapi juga dari kasih sayang, perhatian, komunikasi yang sehat, dan hati yang saling menguatkan. (naf)