Dorong Toleransi, Pemkab Jember Beri Perhatian ke Pengajar Lintas Agama
- 08 April 2026
- Dibaca 217 Kali
Bagikan Via:
Dorong Toleransi, Pemkab Jember Beri Perhatian ke Pengajar Lintas Agama
JEMBER, 08 APRIL 2026 – Program pemberian insentif bagi pengajar keagamaan non-Muslim di Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari kalangan pembina pendidikan keagamaan. Kebijakan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Jember ini dinilai sebagai langkah inklusif dalam mendukung kegiatan keagamaan lintas umat.
Pembina sekolah dari Gereja Getsemani Jember, Ica Rustanti, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Jember atas program tersebut. Ia menilai insentif yang diberikan memiliki arti penting bagi para pembina yang selama ini aktif menjalankan kegiatan pendidikan keagamaan.
“Kami sangat senang dan merasa terbantu. Insentif ini menjadi dukungan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pengajaran terbaik bagi anak-anak, baik setiap minggu maupun setiap hari,” ujar Ica saat ditemui di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Rabu 08 April 2026.
Menurutnya, para pembina Sekolah Minggu memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta nilai moral anak sejak dini. Namun, keterbatasan sumber daya kerap menjadi tantangan dalam menjalankan kegiatan tersebut secara optimal.
Ia berharap program insentif bagi pengajar keagamaan, khususnya non-Muslim, dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Keberlanjutan program dinilai penting untuk menjaga semangat para pembina sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
“Kami berharap kebijakan baik dari Bapak Bupati dan Pemkab Jember dapat terus berlanjut dan bersinergi dalam membawa kemajuan bagi Kabupaten Jember, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan lintas umat,” tambahnya.
Program penyaluran insentif ini juga dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Selain memberikan dukungan konkret, kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial.
Sementara itu, Lurah Patrang, Hariyono, mengatakan program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat bawah. Ia menilai kebijakan ini dapat mendorong partisipasi warga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga,” ujar Hariyono. (rus)