Capaian CKG di Puskesmas Silo 2 Belum Capai Target, Dinkes Dorong Layanan Jemput Bola
- 12 Juni 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Capaian CKG di Puskesmas Silo 2 Belum Capai Target, Dinkes Dorong Layanan Jemput Bola
JEMBER, 12 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember menemukan capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Silo 2 masih belum memenuhi target bulanan. Temuan tersebut mengemuka dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dilakukan Tim Pendamping Program (TPP) Dinkes PPKB pada Senin 08 Juni 2026.
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menilai capaian program kesehatan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya capaian CKG dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pelaporan yang belum dilakukan secara real time sehingga melewati batas waktu pelaporan pada Sistem ASIK, pelaksanaan layanan yang masih didominasi di dalam gedung puskesmas, serta kendala teknis berupa gagal unggah dan kesalahan input data.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim TPP memberikan sejumlah rekomendasi. Di antaranya melakukan pengingat rutin menjelang batas akhir pelaporan, memperkuat validasi data bersama petugas input, serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan bergerak melalui kegiatan masyarakat seperti pengajian dan pertemuan RT/RW.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjangkau kelompok sasaran yang selama ini belum dapat mengakses layanan kesehatan secara langsung di puskesmas.
Selain CKG, Tim TPP juga mengevaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) yang pada beberapa program masih berada di bawah target bulanan. Kondisi itu terjadi karena sebagian kegiatan belum dapat dilaksanakan secara optimal sambil menunggu dimulainya tahun ajaran baru, khususnya program yang menyasar anak usia sekolah.
Evaluasi juga menemukan masih adanya petugas program yang belum memahami secara menyeluruh definisi operasional sejumlah indikator, sehingga berdampak pada proses pengisian dan pelaporan capaian program.
Dalam kesempatan tersebut, Tim TPP turut meninjau pelaksanaan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang kini memasuki tahap kedua dan akan berlangsung hingga September 2026. Tim mendorong integrasi kegiatan ACF dengan program penyakit lain, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan HIV, guna memperluas cakupan sasaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan.
Tidak hanya itu, Tim TPP juga memberikan masukan terkait penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan Puskesmas Silo 2 serta pengembangan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV. Pengembangan layanan tersebut dinilai penting mengingat wilayah kerja Puskesmas Silo 2 termasuk kawasan dengan kasus HIV yang relatif tinggi di Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Dyah Kusworini Indriaswati, SKM., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya berfungsi menilai capaian program, tetapi juga memastikan setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami berharap setiap kendala yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang tepat. Kolaborasi, ketepatan pelaporan, dan optimalisasi pelayanan di lapangan menjadi kunci agar target program kesehatan dapat tercapai serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Dinkes PPKB Kabupaten Jember berharap berbagai rekomendasi hasil evaluasi tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga seluruh program kesehatan di Puskesmas Silo 2 berjalan lebih optimal dan target pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai.