Cegah Perundungan dan Narkoba Sejak Dini, SDN Jenggawah 04 Jember Datangkan Dinsos PPPA Gelar Penyuluhan
- 24 April 2026
- Dibaca 274 Kali
Bagikan Via:
Cegah Perundungan dan Narkoba Sejak Dini, SDN Jenggawah 04 Jember Datangkan Dinsos PPPA Gelar Penyuluhan
JEMBER, 23 APRIL 2026 – Masalah perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga ancaman narkoba kini bukan lagi isu yang bisa dipandang sebelah mata, bahkan di tingkat sekolah dasar. Guna membentengi para siswa dari pengaruh negatif tersebut, SDN Jenggawah 04 Kabupaten Jember menggelar kegiatan penyuluhan pada Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SDN Jenggawah 04 ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan beradab bagi generasi masa depan bangsa.
Latar belakang dilaksanakannya agenda ini adalah keprihatinan terhadap meningkatnya kasus penyimpangan perilaku di kalangan pelajar secara nasional. Pihak sekolah menyadari bahwa pencegahan terbaik dimulai dari edukasi sejak dini. Dengan memberikan pemahaman yang tepat, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi tindakan yang salah dan memiliki keberanian untuk menolaknya.
Tujuan utama dari penyuluhan ini meliputi tiga poin krusial pertama nemberikan pemahaman komprehensif tentang dampak jangka panjang dari perundungan, pelecehan seksual, dan narkoba. Selanjutnya meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga etika dalam bergaul serta menjaga lingkungan sosial yang sehat dan yang terkahir mencegah potensi bibit-bibit kriminalitas agar tidak tumbuh di lingkungan sekolah.
Dalam acara ini, hadir Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E, Penata Layanan Operasional Sindi Dwi Yunike, S.H dan Yu Hendrik. Sebagai tokoh inspiratif, Sindi, yang memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya perlindungan anak secara kolektif. Beliau menekankan bahwa sekolah hanyalah salah satu elemen dalam mata rantai perlindungan anak.
“SDN Jenggawah 4 sangat tanggap dan responsif dalam melakukan penanganan dan perlindungan bagi anak didik untuk mencegah adanya kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah," ungkap Sindi di hadapan para peserta.
"Perlu adanya kolaborasi dan sinergi bersama antara orang tua, sekolah, dan dinas terkait untuk melakukan pencegahan dan perlindungan bagi anak. Karena kekerasan bukan tanggung jawab Dinas Sosial P3A saja, akan tetapi semua pihak termasuk masyarakat," tambahnya dengan tegas.
Kegiatan penyuluhan ini dirancang secara interaktif agar tidak membosankan bagi siswa sekolah dasar. Menghadirkan narasumber ahli, materi yang disampaikan mencakup empat pilar perlindungan anak, pertama anti-perundungan (bullying), edukasi seksual sejak dini, bahaya narkoba, hukum dan etika.
Jangan Takut Melapor!. Jika terjadi kekerasan pada perempuan dan anak bisa melapor ke Wadul Guse atau Hotline UPTD PPA 081138808800. (rou)