logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Cegah Stunting dari Hulu, Kelurahan Baratan Perkuat Pendampingan Calon Pengantin

  • 22 Oktober 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
cegah-stunting-dari-hulu-kelurahan-baratan-perkuat-pendampingan-calon-pengantin-20261023

Cegah Stunting dari Hulu, Kelurahan Baratan Perkuat Pendampingan Calon Pengantin

JEMBER, 22 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kelurahan Baratan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah stunting sejak dini melalui optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), khususnya dalam mendampingi calon pengantin (catin). Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan dan koordinasi lintas sektor yang digelar di Pendopo Kelurahan Baratan, Kamis 22 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur terkait, mulai dari jajaran Pemerintah Kelurahan Baratan, Puskesmas, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kader Posyandu, hingga unsur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baratan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting secara terpadu, terutama melalui pendampingan keluarga sejak sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada peran strategis TPK sebagai ujung tombak pendampingan keluarga berisiko stunting. Pendampingan terhadap calon pengantin menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini sekaligus mempersiapkan kondisi kesehatan calon ibu dan ayah sebelum membangun keluarga.

Pendampingan idealnya dilakukan secara berkesinambungan, dimulai tiga bulan sebelum pernikahan. Dengan demikian, calon pengantin memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, memperoleh edukasi gizi dan kesehatan reproduksi, serta melakukan perbaikan kondisi kesehatan apabila ditemukan faktor risiko.

Dalam pelaksanaannya, TPK menjalankan sejumlah peran penting. Pertama, melakukan skrining kesehatan awal dengan mengarahkan calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA), serta pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb).

Kedua, memberikan edukasi dan konseling pranikah mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni periode krusial sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Ketiga, membantu calon pengantin memanfaatkan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) untuk memasukkan data kesehatan dan memantau faktor risiko yang berkaitan dengan stunting. Keempat, melakukan pemantauan tindak lanjut, termasuk mendorong kepatuhan konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan serta memfasilitasi rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan anemia atau kekurangan energi kronis (KEK).

Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan upaya pencegahan stunting berjalan efektif di tingkat masyarakat. Puskesmas berperan memberikan pelayanan medis, melakukan pemeriksaan lanjutan, serta memberikan konseling gizi sesuai kebutuhan. Sementara itu, kader Posyandu mendukung pendataan dan deteksi dini melalui kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, unsur SPPG diharapkan dapat mendukung edukasi mengenai pemenuhan gizi, termasuk pentingnya asupan protein hewani sesuai kebutuhan. Adapun TP PKK berperan memperluas edukasi melalui kelompok dasawisma agar calon pengantin di lingkungan masing-masing bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti pendampingan sejak dini.

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Baratan, Denny Wijiyati, S.A.P., mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang berkomitmen mendukung percepatan pencegahan stunting di wilayahnya.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, TPK, kader Posyandu, TP PKK, serta seluruh elemen masyarakat. Pendampingan calon pengantin harus menjadi perhatian bersama karena persiapan kesehatan sebelum pernikahan merupakan langkah penting untuk mencegah risiko stunting sejak dini,” ujar Denny.

Ia berharap, melalui koordinasi yang terarah, seluruh unsur terkait dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga calon pengantin memperoleh pendampingan yang tepat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga edukasi mengenai kesiapan membangun keluarga yang sehat.

“Harapan kami, calon pengantin di Kelurahan Baratan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, sinergi yang telah terbangun harus terus dijaga agar upaya pencegahan stunting benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Melalui pertemuan koordinasi ini, Pemerintah Kelurahan Baratan menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendampingan calon pengantin secara berkesinambungan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dimulai sejak hulu demi menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. (fzr)

Galeri Foto