Ciptakan Ruang Aman di Rumah, Orang Tua Diminta Hadir Sepenuh Hati
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Ciptakan Ruang Aman di Rumah, Orang Tua Diminta Hadir Sepenuh Hati
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Rumah bukan sekadar tempat tinggal bagi keluarga. Lebih dari itu, rumah menjadi ruang pertama bagi anak untuk mendapatkan rasa aman, nyaman, kasih sayang, perhatian, dan dukungan. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam menciptakan suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinsos PPPA Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M., saat menjadi pemateri dalam kegiatan kelas parenting di SMP Negeri 9 Jember, Rabu 12 Agustus 2026.
Okta mengatakan, menciptakan suasana aman di rumah membutuhkan pendekatan dari hati ke hati. Hubungan antara orang tua dan anak perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, keterbukaan, serta perhatian terhadap kebutuhan anak.
Dalam kegiatan tersebut, Okta memberikan gambaran mengenai perbedaan kondisi anak ketika memiliki kedekatan dengan orang tua dibandingkan dengan anak yang kurang mendapatkan kedekatan dan perhatian dari keluarganya.
Menurutnya, kedekatan emosional antara orang tua dan anak dapat menjadi fondasi penting bagi anak dalam membangun rasa percaya diri serta kemampuan untuk menghadapi berbagai persoalan. Sebaliknya, minimnya komunikasi dan perhatian dapat membuat anak merasa sendiri dan enggan terbuka kepada orang tua.
Puluhan wali murid kelas 7, 8, dan 9 yang mengikuti kegiatan tersebut menyimak materi dengan seksama. Kelas parenting ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman bagi anak.
Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., saat menghadiri puncak Festival Anak Jember (FesAJ) 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, beberapa waktu lalu.
Ning Ghyta, sapaan akrab Ghyta Eka Puspita, menekankan salah satu pondasi menciptakan rasa aman di rumah adalah hadir sepenuh hati dengan seluruh tubuh. Artinya, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus disertai perhatian dan keterlibatan secara emosional.
“Bapak ibu hadir sepenuh hati ketika di rumah. Handphone ditaruh dan berkomunikasi yang baik,” ujar Ning Ghyta.
Ia mengingatkan orang tua untuk mengurangi berbagai distraksi, termasuk penggunaan telepon genggam, ketika sedang bersama anak. Dengan memberikan perhatian secara utuh, anak akan merasa didengar, dihargai, dan memiliki ruang yang nyaman untuk bercerita.
Upaya menciptakan ruang aman di rumah, lanjutnya, pada akhirnya bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan anak secara materi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, komunikasi, dan hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. (wln)