logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Diserbu Warga, Operasi Pasar Kreongan Sold Out dalam 30 Menit

  • 18 Juni 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
diserbu-warga-operasi-pasar-kreongan-sold-out-dalam-30-menit-20260619

Diserbu Warga, Operasi Pasar Kreongan Sold Out dalam 30 Menit

JEMBER, 18 JUNI 2026 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember kembali menggelar operasi pasar di Pasar Kreongan, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam operasi pasar kali ini, Diskopumdag menyediakan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram sebanyak 50 karung serta minyak goreng MinyaKita kemasan 2 liter sebanyak 20 dus. Komoditas tersebut menjadi daya tarik utama bagi warga yang telah menunggu sejak pagi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean yang telah terbentuk sebelum distribusi beras dan minyak goreng dimulai. Sejumlah warga bahkan datang lebih awal untuk memastikan mendapatkan kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut.

Untuk menjamin pemerataan distribusi dan mencegah pembelian dalam jumlah berlebihan, petugas memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu kemasan minyak goreng MinyaKita dan maksimal dua karung beras SPHP. Kebijakan tersebut diterapkan agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh manfaat dari operasi pasar.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok Penting (Bapokting) Diskopumdag Kabupaten Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pembatasan jumlah pembelian dilakukan agar distribusi komoditas dapat berlangsung lebih merata dan menjangkau lebih banyak warga.

"Kami membatasi pembelian satu kemasan MinyaKita dan dua sak beras SPHP per orang agar masyarakat yang datang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang disediakan. Dengan demikian, manfaat operasi pasar dapat dirasakan oleh lebih banyak warga," ujarnya.

Tingginya minat masyarakat menyebabkan seluruh komoditas yang disediakan habis terjual dalam waktu singkat. Berdasarkan pantauan di lokasi, beras SPHP dan minyak goreng MinyaKita ludes dibeli warga dalam waktu sekitar 30 menit sejak penjualan dimulai.

Bahkan, sejumlah warga yang datang setelah antrean memanjang tidak kebagian minyak goreng karena stok telah habis lebih dahulu. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

"Antusiasme masyarakat pada operasi pasar ini sangat tinggi. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan operasi pasar dapat terus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok," ujar Lilik. (za)

Galeri Foto