logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Dannie Allcholin: Komisi Irigasi Jember Dorong Pencapaian Target Produksi Pangan Satu Juta Ton

  • 30 September 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
dannie-allcholin-komisi-irigasi-jember-dorong-pencapaian-target-produksi-pangan-satu-juta-ton-20261001

Dannie Allcholin: Komisi Irigasi Jember Dorong Pencapaian Target Produksi Pangan Satu Juta Ton

JEMBER, 30 SEPTEMBER 2026 – Komisi Irigasi Kabupaten Jember menggelar Sidang Pleno I sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan irigasi serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Ruang Internasional Lantai 1, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember.

Sidang pleno ini menjadi forum koordinasi berbagai unsur yang berkepentingan dalam pengelolaan jaringan irigasi dan sektor pertanian. Melalui forum tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi perubahan kondisi iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan air irigasi, jadwal tanam, hingga produktivitas pertanian.

Kegiatan diikuti sebanyak 38 peserta yang terdiri atas 18 orang dari unsur pemerintah, 15 orang dari unsur Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), serta lima orang dari unsur pengguna jaringan irigasi.

Dalam sidang pleno tersebut, peserta juga mendapatkan paparan dari dua narasumber. Narasumber pertama adalah Dr. Selfi Budi Helpiastuti, S.Sos., M.Si., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Sementara itu, narasumber kedua adalah Maksum Purwanto, S.Si., dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUPR) Kabupaten Jember, Dannie Allcholin, S.T., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan sidang pleno Komisi Irigasi menjadi bagian penting dalam mengawal ketahanan pangan di Kabupaten Jember.

Menurutnya, pengelolaan irigasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas sektor agar dapat mendukung produktivitas pertanian secara optimal.

“Alhamdulillah, ini sedang dilaksanakan rapat pleno Komisi Irigasi dalam rangka mengawal ketahanan pangan, proyek strategis nasional untuk bisa memenuhi swasembada pangan, yaitu padi, beras, dan jagung,” ujar Dannie.

Ia menjelaskan, melalui forum tersebut seluruh pihak dapat berkolaborasi dan berdiskusi untuk mencari langkah yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pangan di Kabupaten Jember. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah perubahan iklim yang berdampak terhadap kondisi pertanian dan ketersediaan air.

Dannie menyebut kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Sebelumnya, Kabupaten Jember menghadapi kondisi kemarau basah, sedangkan saat ini mulai memasuki kondisi kemarau kering. Perubahan tersebut perlu diantisipasi melalui pengaturan pola dan jadwal tanam yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Bagaimana kita ketahui, kemarin lalu terjadi kemarau basah, dan saat ini terjadi kemarau kering. Dalam rangka untuk bisa memandu dan mendampingi para petani di lapangan untuk bisa menata jadwal tanam di lahannya masing-masing,” jelasnya.

Menurut Dannie, pengaturan jadwal tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, petani pengguna air, serta para pengguna jaringan irigasi perlu terus diperkuat agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target produksi pangan Kabupaten Jember, khususnya komoditas padi. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Komisi Irigasi akan terus mendorong sinergi dalam pengelolaan irigasi dan pendampingan kepada petani.

“Mudah-mudahan ke depan untuk masa tanam dan hasil panen di wilayah Kabupaten Jember sebagaimana dimaksud, menjadi target kita satu juta ton ini bisa tercapai,” pungkas Dannie.

Melalui Sidang Pleno I Komisi Irigasi Kabupaten Jember, koordinasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat. Dengan pengelolaan jaringan irigasi yang terencana, penyesuaian jadwal tanam terhadap kondisi iklim, serta kolaborasi bersama petani, sektor pertanian Jember diharapkan mampu terus menjaga produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. (and)

Galeri Foto