logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Edukasi Seribu Pelajar Sumberjambe Hadapi Potensi Erupsi Gunung Raung

  • 29 Juni 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-edukasi-seribu-pelajar-sumberjambe-hadapi-potensi-erupsi-gunung-raung-20260629

BPBD Jember Edukasi Seribu Pelajar Sumberjambe Hadapi Potensi Erupsi Gunung Raung

JEMBER, 29 JUNI 2026 – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dalam rangkaian Apel Siswa Program Bunga Desaku di SMP Negeri 1 Sumberjambe, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Senin 29 Juni 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti sekitar 1.000 siswa yang berasal dari lima SMP negeri dan dua SMP swasta di Kecamatan Sumberjambe. Selain melibatkan BPBD Kabupaten Jember, kegiatan juga dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Politeknik Negeri Jember, Duta Genre, TP3D Jember, serta para guru dari sekolah peserta.

Sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember Nomor 400.1.14.1/15528/35.09.311/2026 tentang Permohonan Narasumber Kegiatan Apel Siswa, sekaligus sebagai tindak lanjut arahan Kepala BPBD Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Rizal Purnama bersama Fikri Auzan, S.T. menyampaikan materi bertajuk "Kesiapsiagaan Menghadapi Erupsi Gunung Raung". Materi difokuskan pada pemahaman dasar kebencanaan, langkah penyelamatan diri saat terjadi erupsi gunung api, hingga pentingnya menyiapkan tas siaga bencana sebagai bekal menghadapi kondisi darurat.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dengan narasumber, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah sekitar mereka.

Tidak hanya memberikan teori, BPBD Kabupaten Jember juga menggelar simulasi sederhana mengenai tata cara evakuasi korban saat terjadi erupsi Gunung Raung. Dalam simulasi tersebut, peserta diajarkan prosedur evakuasi yang aman, teknik penyelamatan diri, hingga langkah pertolongan pertama kepada korban sebelum petugas BPBD maupun tenaga medis tiba di lokasi kejadian.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah. Mengingat Kecamatan Sumberjambe merupakan salah satu wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan kawasan Gunung Raung, pemahaman mengenai mitigasi bencana dinilai sangat penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu merespons situasi darurat secara tepat dan tidak mudah panik.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

"Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami ingin menanamkan budaya kesiapsiagaan sejak dini. Pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri, memahami risiko bencana, hingga melakukan evakuasi yang benar menjadi bekal penting bagi para pelajar, khususnya yang berada di kawasan yang memiliki potensi terdampak erupsi Gunung Raung," ujarnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Rizal Purnama, mengatakan bahwa penyampaian materi tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih siap menghadapi kondisi darurat.

"Kami berupaya menyampaikan materi secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi erupsi. Harapannya, mereka tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu keluarga maupun lingkungan sekitar dengan cara yang aman," katanya.

Hal senada disampaikan Fikri Auzan, S.T., yang menilai praktik simulasi menjadi metode efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.

"Simulasi memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai prosedur evakuasi. Dengan latihan seperti ini, mereka akan lebih siap mengambil tindakan yang benar apabila sewaktu-waktu terjadi bencana," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan terus terjalin dalam memperkuat edukasi kebencanaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko korban apabila terjadi bencana di masa mendatang. (bob)

Galeri Foto