Dinkes PPKB Jember Perkuat Manajemen dan Tata Kelola Laboratorium Puskesmas
- 05 November 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Perkuat Manajemen dan Tata Kelola Laboratorium Puskesmas
JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Penguatan sistem manajemen dan jejaring laboratorium kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui tata kelola yang baik dan terintegrasi, laboratorium diharapkan mampu mendukung pemeriksaan, deteksi dini penyakit, hingga surveilans kesehatan secara optimal.
Upaya tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember melalui kegiatan Penguatan Manajemen dan Peningkatan Mutu dalam Penyelenggaraan Pelayanan Laboratorium di Puskesmas se-Kabupaten Jember Tahun 2026 yang diselenggarakan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) di Ballroom Hotel Luminor Jember, Rabu 04 November 2026
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bidang Yankes Dinkes PPKB Jember, Imam Firdausi, yang hadir mewakili Kepala Dinkes PPKB Jember. Kegiatan ini diikuti penanggung jawab laboratorium/analis kesehatan serta penanggung jawab sanitasi dari 50 Puskesmas di Kabupaten Jember.
Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah Manajemen dan Tata Kelola Laboratorium Kesehatan Masyarakat, yang disampaikan oleh Budi Utomo, STP., M.Si., selaku Kasi Pengembangan dan Penjaminan Mutu UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Dalam pemaparannya, Budi menekankan pentingnya penguatan jejaring laboratorium kesehatan masyarakat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Penguatan sistem jejaring laboratorium kesehatan masyarakat menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa kesiapsiagaan laboratorium dalam mendeteksi dan merespons potensi wabah masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
"Karena itu, diperlukan integrasi antarlaboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta, sehingga pelayanan pemeriksaan, deteksi dini penyakit, serta surveilans faktor risiko kesehatan dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kalibrasi peralatan, dan penjaminan mutu laboratorium juga harus menjadi perhatian," tambahnya.
Penguatan tersebut sejalan dengan sejumlah rencana tindak lanjut yang dibahas dalam kegiatan, meliputi inventarisasi kondisi peralatan, penyusunan jadwal kalibrasi dan pemeliharaan, perencanaan kebutuhan reagen, serta monitoring ketersediaan stok.
Selain itu, penguatan pemantapan mutu internal (PMI) dilakukan melalui penyusunan jadwal, pembinaan teknis, pencatatan hasil, evaluasi, hingga tindak lanjut terhadap ketidaksesuaian yang ditemukan.
Dari sisi tata kelola, Puskesmas juga didorong melakukan review dan pembaruan standar operasional prosedur (SOP), sosialisasi kepada petugas, serta memastikan kelengkapan dokumentasi dan bukti pelaksanaan pelayanan.
Melalui penguatan manajemen dan jejaring laboratorium ini, Dinkes PPKB Jember berharap seluruh Puskesmas mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan laboratorium secara berkelanjutan. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, laboratorium diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam mendukung deteksi dini penyakit, surveilans kesehatan, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember. (fam)