Berbeda Sekolah, Paskibra Sumberjambe Tumbuhkan Rasa Kekeluargaan
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 195 Kali
Bagikan Via:
Berbeda Sekolah, Paskibra Sumberjambe Tumbuhkan Rasa Kekeluargaan
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Kebersamaan menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Sumberjambe selama menjalani rangkaian latihan. Meski berasal dari sekolah yang berbeda, para siswa mulai merasa semakin dekat dan saling mengenal, bahkan menganggap satu sama lain seperti keluarga.
Suasana tersebut terlihat dalam kegiatan latihan Paskibra yang terus berlangsung menjelang pelaksanaan upacara. Waktu yang dihabiskan bersama selama latihan membuat para anggota tidak hanya belajar mengenai baris-berbaris dan kedisiplinan, tetapi juga membangun komunikasi serta rasa saling percaya.
Bagi para siswa, bergabung dalam Paskibra memberikan pengalaman baru. Mereka bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain yang sebelumnya mungkin belum pernah mereka kenal. Dari pertemuan tersebut, perlahan tumbuh rasa kebersamaan yang membuat perbedaan asal sekolah tidak lagi menjadi jarak.
Salah satu anggota Paskibra, Safron, siswa SMA Plus Miftahul Ulum Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Jember, mengatakan kebersamaan selama latihan membuat hubungan antaranggota semakin dekat.
“Awalnya kami datang dari sekolah yang berbeda dan belum semuanya saling kenal. Tapi setelah sering latihan bersama, sekarang sudah seperti keluarga. Kami saling membantu, saling mengingatkan, dan kalau ada yang kesulitan biasanya langsung dibantu teman-teman,” ujar Safron, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurutnya, latihan yang dilakukan bersama membuat para anggota semakin memahami karakter satu sama lain. Rasa lelah setelah mengikuti latihan juga terasa lebih ringan karena mereka dapat saling memberikan semangat.
“Yang paling terasa itu kebersamaannya. Walaupun beda sekolah, saat latihan kami tidak membeda-bedakan. Semuanya sama-sama belajar dan berusaha memberikan yang terbaik. Jadi sekarang sudah lebih akrab dan tidak canggung lagi,” lanjutnya.
Bagi Safron, pengalaman menjadi anggota Paskibra bukan hanya tentang mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas dalam upacara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan teman baru dan belajar bekerja dalam satu tim.
Kekompakan yang terbentuk selama latihan menjadi modal penting bagi para anggota. Setiap gerakan dalam barisan membutuhkan kerja sama, ketepatan, dan kepercayaan terhadap anggota lainnya. Karena itu, hubungan yang semakin dekat di antara para siswa turut mendukung terbentuknya tim yang solid.
Dari sisi para siswa, pengalaman tersebut menjadi bagian yang tidak terlupakan. Perbedaan sekolah justru mempertemukan mereka dalam satu tujuan yang sama, yakni mempersiapkan diri menjalankan tugas sebagai Paskibra Kecamatan Sumberjambe.
Dengan waktu latihan yang masih terus berjalan, para anggota diharapkan dapat mempertahankan semangat kebersamaan tersebut hingga hari pelaksanaan. Bagi mereka, menjadi Paskibra bukan hanya tentang berdiri dalam satu barisan, tetapi juga tentang belajar menjadi bagian dari sebuah keluarga yang saling mendukung. (wd)