Dari Ruang BK ke Liposos, Siswa "Langganan" Panggilan Guru Belajar Berubah Lewat Kepedulian
- 03 November 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Dari Ruang BK ke Liposos, Siswa "Langganan" Panggilan Guru Belajar Berubah Lewat Kepedulian
JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Siswa yang kerap melanggar tata tertib dan sering dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK) justru diajak keluar dari lingkungan sekolah untuk belajar tentang kehidupan. Sebanyak 14 siswa kelas 9 MTsN 2 Jember mengikuti kunjungan sosial ke UPTD Liposos Jember, Senin 02 November 2026, dengan harapan pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran diri untuk memperbaiki perilaku.
Guru BK MTsN 2 Jember, Ririn Sulistyowati, mengungkapkan bahwa peserta kegiatan ini dipilih dengan pertimbangan khusus. Mereka adalah siswa-siswa yang selama ini cukup sering berurusan dengan guru BK. Alih-alih hanya diberi teguran, mereka diajak bertemu langsung dengan klien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan mendengar kisah hidup mereka.
Ririn berharap pengalaman tersebut mampu menggugah kesadaran siswa dari dalam diri. "Harapannya, dengan pengalaman ini siswa bisa dengan kesadaran diri mengubah perilaku dari yang kurang baik menjadi baik, lebih peka untuk membantu, serta lebih menghormati orang tua dan guru," tutur Ririn.
Dalam kunjungan itu, para siswa juga menyerahkan bingkisan kepada klien ODGJ. Bingkisan tersebut merupakan dukungan dari para orang tua siswa, yang turut mengemas dan menyiapkannya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru, tetapi juga keluarga di rumah.
Dampak kegiatan terlihat sepulangnya rombongan ke rumah masing-masing. Menurut Ririn, anak-anak tampak antusias menceritakan pengalaman mereka kepada orang tua. Para orang tua pun menyambut baik kegiatan tersebut, bahkan ikut terharu mendengar cerita anak-anak mereka.
Kepala UPTD Liposos Jember, Roni Efendi, S.STP, menilai kunjungan seperti ini memiliki manfaat besar bagi remaja. Salah satunya adalah meluruskan pandangan keliru tentang gangguan jiwa.
"Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi siswa yang mengunjungi UPTD Liposos. Remaja sering kali memiliki persepsi keliru tentang gangguan jiwa akibat tontonan atau lingkungan. Kunjungan langsung membantu mereka memahami bahwa ODGJ adalah sesama manusia yang sedang sakit dan butuh pertolongan, bukan untuk ditakuti atau diejek," ujar Roni. (rou)