Kedai Kang Bahar Jadi Bukti Dampak Kunjungan Bus "Si Cinta" Bagi UMKM Pesisir
- 03 Oktober 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Kedai Kang Bahar Jadi Bukti Dampak Kunjungan Bus "Si Cinta" Bagi UMKM Pesisir
JEMBER, 03 OKTOBER 2026 – Aktivitas pariwisata di Kabupaten Jember tak hanya menawarkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi. Geliat tersebut salah satunya terlihat di kawasan Pantai Asmara, Ambulu, melalui aktivitas pelaku usaha kuliner lokal.
Salah satunya Kedai Kang Bahar, warung kuliner yang menyajikan aneka seafood bakaran dengan panorama pantai sebagai daya tarik utama.
Berada di kawasan pesisir Pantai Asmara, Kedai Kang Bahar menawarkan pengalaman kuliner yang memadukan cita rasa makanan dengan suasana alam. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan seafood sembari memandang hamparan laut, mendengarkan deburan ombak, serta menikmati panorama gunung yang menjadi latar kawasan tersebut.
Suasana itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner sekaligus bersantai di kawasan pantai. Kesederhanaan warung berpadu dengan panorama alam sehingga pengalaman yang ditawarkan tak hanya bertumpu pada makanan, tetapi juga suasana dan keindahan lingkungan sekitar.
Kedai Kang Bahar menjadi salah satu warung yang turut merasakan geliat kunjungan wisatawan di kawasan pesisir. Salah satu momentum yang memberikan dampak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah kunjungan rombongan wisata melalui Bus “Si Cinta”.
Program Bus “Si Cinta” menjadi salah satu upaya membuka akses masyarakat untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kabupaten Jember. Pergerakan wisatawan dari satu destinasi ke destinasi lainnya secara tidak langsung menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.
Dampak tersebut turut dirasakan rombongan SMPN 12 Jember yang mengikuti kegiatan wisata edukasi belajar membatik di Resti’z Batik, Ambulu. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan dengan menikmati suasana kawasan pesisir sekaligus kuliner di Kedai Kang Bahar, Pantai Asmara, Sabtu 03 Oktober 2026.
Kepala SMPN 12 Jember, Saifuddin, mengatakan kegiatan wisata semacam itu memberikan pengalaman yang cukup lengkap bagi peserta. Selain memperoleh pengalaman edukasi dan mengenal budaya lokal, peserta juga dapat menikmati potensi wisata dan kuliner yang dimiliki Jember.
“Menurut kami kegiatan seperti ini sangat positif. Peserta tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan mengenal potensi yang ada di sekitar kita. Setelah belajar membatik, kita bisa menikmati suasana pantai dan kuliner di sini,” ujar Saifuddin.
Menurut dia, kegiatan wisata juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan potensi lokal kepada masyarakat. Dengan mengunjungi destinasi sekaligus menggunakan produk atau jasa masyarakat setempat, wisatawan secara langsung turut mendukung keberlangsungan usaha pelaku UMKM.
“Yang menarik, dalam satu perjalanan kita bisa mendapatkan banyak pengalaman. Ada unsur edukasi, budaya, wisata alam, sampai kuliner. Tentunya ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar destinasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Yunita Maharani, S.STP., M.Si., mengatakan keberadaan UMKM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pariwisata.
“Pariwisata itu bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang masyarakat yang berada di sekitarnya. Ketika wisatawan datang, tentu ada kebutuhan terhadap kuliner, oleh-oleh, maupun berbagai produk lokal. Di situlah UMKM memiliki peran penting,” ungkap Yunita.
Ia menambahkan, kunjungan wisatawan melalui program Bus “Si Cinta” diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang dan beraktivitas di suatu kawasan, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Kami berharap kunjungan wisata tidak hanya berhenti di destinasi, tetapi juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Ketika wisatawan makan di warung lokal, membeli produk UMKM, atau menggunakan jasa masyarakat setempat, maka perputaran ekonomi juga terjadi di kawasan tersebut,” jelasnya.
Menurut Yunita, Kedai Kang Bahar menjadi salah satu contoh bagaimana potensi kuliner dapat dikembangkan bersamaan dengan potensi alam. Panorama pantai, deburan ombak, dan latar pegunungan menjadi nilai tambah yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Konsep wisata yang memadukan destinasi, edukasi, kuliner, dan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas. Wisatawan memperoleh pengalaman, sementara masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha.
Perjalanan Bus “Si Cinta” kali ini menunjukkan bagaimana aktivitas pariwisata dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semakin banyak masyarakat berkunjung dan mengenal destinasi wisata Jember, semakin terbuka pula peluang bagi produk dan usaha lokal untuk ikut tumbuh. (ram)