Dari Taruh Handphone hingga Validasi Emosi, Ini Pesan Ketua TP PKK Jember untuk Orang Tua
- 10 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Dari Taruh Handphone hingga Validasi Emosi, Ini Pesan Ketua TP PKK Jember untuk Orang Tua
JEMBER,8 AGUSTUS 2026 - Rumah bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi juga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mendapatkan rasa aman, nyaman, kasih sayang, dan dukungan dari keluarga. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan suasana rumah yang mampu mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., saat menghadiri puncak Festival Anak Jember (FesAJ) 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Pendopo Wahya Wibawa Graha Jember, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ghyta menyampaikan tujuh pondasi yang dapat diterapkan orang tua untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di dalam rumah.
Pondasi pertama adalah hadir sepenuh hati dengan seluruh tubuh. Menurutnya, kehadiran orang tua di rumah tidak hanya sebatas berada secara fisik, tetapi juga harus benar-benar memberikan perhatian kepada anak.
“Bapak ibu hadir sepenuh hati ketika di rumah. Handphone ditaruh dan berkomunikasi yang baik,” ujar Ghyta.
Ia menekankan pentingnya orang tua mengurangi distraksi, termasuk penggunaan telepon genggam, ketika sedang bersama anak. Dengan demikian, anak merasa didengar dan mendapatkan perhatian secara utuh dari orang tuanya.
Pondasi kedua adalah mengekspresikan empati. Orang tua perlu berusaha memahami apa yang dirasakan anak, termasuk ketika anak menghadapi masalah atau mengalami situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Selanjutnya, pondasi ketiga adalah menunjukkan rasa ingin tahu. Orang tua diharapkan tidak hanya bertanya mengenai hasil atau prestasi anak, tetapi juga tertarik untuk mengetahui pengalaman, perasaan, serta hal-hal yang sedang dipikirkan anak.
Pondasi berikutnya yakni merancang interaksi yang menyenangkan. Hubungan antara orang tua dan anak perlu dibangun melalui komunikasi serta aktivitas yang membuat anak merasa dekat dan nyaman dengan keluarganya.
Kemudian, orang tua juga perlu mempraktikkan vulnerability atau keterbukaan. Keterbukaan antara orang tua dan anak dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan komunikasi yang lebih sehat di dalam keluarga.
Pondasi keenam adalah memvalidasi emosi anak. Orang tua perlu mengakui dan memahami emosi yang dirasakan anak tanpa langsung menghakimi atau menyalahkannya.
Terakhir, orang tua harus mampu mengelola emosi dan konflik secara efektif. Ketika terjadi perbedaan pendapat maupun persoalan di dalam keluarga, penyelesaiannya perlu dilakukan dengan komunikasi yang baik dan tidak mengedepankan emosi.
Puncak FesAJ 2026 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPPPA) Kabupaten Jember berkolaborasi dengan Forum Anak Jember. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan nyaman bagi anak, dimulai dari lingkungan keluarga. (wln)