Daya Saing Mangga Jadi Perhatian DTPHP Jember dalam National Mango Forum 2026
- 30 Oktober 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
Daya Saing Mangga Jadi Perhatian DTPHP Jember dalam National Mango Forum 2026
JEMBER, 30 OKTOBER 2026 - Mangga tidak hanya berpotensi menjadi komoditas buah segar, tetapi juga memiliki peluang ekonomi melalui pengolahan produk dan perluasan pasar internasional. Pengembangan potensi tersebut menjadi salah satu bahasan dalam National Mango Forum 2026 yang dihadiri Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari Mango Carnival of Indonesia 2026 di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Kamis 29 Oktober 2026, DTPHP Jember diwakili Kepala Bidang Hortikultura, Agung Satrio Setiawan. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta pelaku usaha untuk membahas penguatan komoditas mangga nasional.
Salah satu perhatian utama dalam forum ini adalah bagaimana meningkatkan daya saing mangga melalui pengembangan dari sektor produksi hingga pemasaran. Tiga materi utama dibahas, meliputi strategi hilirisasi melalui teknologi coating dan industri olahan, penguatan jejaring bisnis untuk penetrasi pasar ekspor ke Timur Tengah dan Eropa, serta penerapan budidaya mangga di luar musim panen atau off-season.
Agung Satrio Setiawan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga dan daerah menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas mangga agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Melalui kolaborasi antara kementerian pusat, Bank Indonesia, serta pemerintah daerah dari Sumatra hingga Jawa Timur, forum ini hadir untuk memperkuat daya saing petani dan pengusaha mangga nasional di pasar global,” ujarnya.
Bagi DTPHP Kabupaten Jember, forum ini menjadi ruang untuk memperoleh informasi dan memperluas wawasan mengenai pengembangan hortikultura, khususnya dalam peningkatan kualitas produksi, penanganan pascapanen, serta peluang pemasaran.
Berbagai pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan komoditas hortikultura daerah, sehingga potensi pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga peningkatan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi petani. (fan)