Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Dusun Paci
- 13 Oktober 2026
- Dibaca 75 Kali
Bagikan Via:
Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Dusun Paci
JEMBER, 13 Oktober 2026 – Penurunan debit air yang mengalir ke permukiman warga mulai mengancam ketersediaan air bersih di Dusun Paci, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sekitar 30 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026 setelah menerima laporan warga melalui Wadul Gus'e terkait permohonan fasilitasi penyediaan air bersih.
TRC BPBD Jember bersama perangkat Desa Gelang, Babinsa, RT/RW, dan warga melakukan pengecekan kondisi sumber mata air serta jaringan pipanisasi yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Qoidul Umam, mengatakan warga Dusun Paci, khususnya RW 001 dan RW 007, tidak memiliki sumur air bersih pribadi. Mereka bergantung pada mata air pegunungan yang dialirkan melalui jaringan pipa menuju permukiman.
"Di bagian hulu, kondisi sumber mata air masih bersih dan tetap mengalir. Namun, debit air yang sampai ke permukiman mengalami penurunan," kata Umam.
Menurut dia, penurunan debit air tersebut diduga tidak hanya dipengaruhi kondisi sumber mata air, tetapi juga kemungkinan adanya kebocoran atau penyumbatan pada jaringan pipa. Pipa yang digunakan juga dinilai relatif kecil sehingga distribusi air ke permukiman belum maksimal.
Hasil asesmen menunjukkan penurunan debit terjadi pada jaringan yang melayani wilayah RT 001/RW 007. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih warga jika tidak segera ditangani.
BPBD merekomendasikan pengecekan menyeluruh terhadap jaringan pipanisasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Pemeriksaan terutama diarahkan untuk menemukan kemungkinan kebocoran pipa yang tertanam di dalam tanah maupun penyumbatan pada selang atau jaringan distribusi.
"Jaringan pipa perlu dicek bersama-sama melalui kerja bakti agar titik kebocoran atau penyumbatan bisa diketahui dan segera diperbaiki," ujar Umam.
BPBD juga merekomendasikan pemantauan debit air selama dua pekan ke depan. Hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Hasil asesmen tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. BPBD menilai pemantauan perlu dilakukan karena warga masih sangat bergantung pada satu jaringan sumber air untuk kebutuhan minum dan memasak.
Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD melakukan koordinasi, asesmen lapangan, dokumentasi, serta pengecekan sumber mata air warga. Tim kembali ke Mako BPBD Jember sekitar pukul 14.00 WIB.(tgh)