Sumur Mengering Sejak Juli, Kelurahan Tegalgede Pasang Badan Dampingi Warga Terbebas Bencana Kekeringan
- 05 November 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Sumur Mengering Sejak Juli, Kelurahan Tegalgede Pasang Badan Dampingi Warga Terbebas Bencana Kekeringan
JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Respons cepat Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, dalam menangani krisis air bersih mulai dirasakan warga terdampak kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 40 kepala keluarga (KK) di wilayah RT 04/RW 07, Rabu, 04 November 2026.
Bantuan tersebut terealisasi setelah Kelurahan Tegalgede secara proaktif mengajukan permohonan distribusi air bersih melalui surat Nomor 000.2.3.2/126/35.09.03.2005/2026. Permohonan itu mendapat respons dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember, dengan pendampingan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST, MM, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah kelurahan. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait sumur yang mulai mengering sejak Juli lalu.
"Kami di Kelurahan Tegalgede bertindak cepat untuk memastikan tidak ada warga yang terbengkalai akibat dampak musim kemarau ini. Begitu sumur warga mulai mengering sejak Juli lalu, kami langsung menyerap aspirasi lingkungan, mengonsolidasikan potensi yang ada, serta bersurat resmi ke Pemkab Jember melalui dinas terkait. Kami mengapresiasi kolaborasi responsif dari BPBD dan DPRKPLH yang turun langsung mengucurkan bantuan," ujar Shierley saat dikonfirmasi di lokasi.
Menurut Shierley, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sesaat. Karena itu, pihak kelurahan bersama pengurus RT/RW setempat juga mengupayakan penyediaan tandon komunal berkapasitas 5.000 liter. Tandon milik Ketua RT tersebut dimanfaatkan untuk menampung pasokan air dari armada tangki Pemkab Jember.
Keberadaan tandon komunal dinilai memudahkan warga mendapatkan air bersih sekaligus membuat proses distribusi lebih tertib, merata, dan kondusif.
"Penanganan ini tidak bisa instan satu kali selesai. Karena itu, pihak kelurahan terus mengawal koordinasi lapangan agar rekomendasi pengiriman air berkala, yakni 5.000 liter setiap dua hari sekali, dapat berjalan konsisten. Kami juga terus memetakan kebutuhan jangka panjang masyarakat dan berkoordinasi lintas sektoral agar ada penanganan yang lebih permanen," tambahnya.
Kondisi kekeringan di RT 04/RW 07 Tegalgede terbilang cukup mendesak. Sumur-sumur warga dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter dilaporkan mengering total akibat kemarau panjang. Sebelum bantuan datang, warga bahkan harus menempuh jarak hingga satu kilometer menuju sumber mata air terdekat untuk mendapatkan air bersih.
Melalui koordinasi lintas sektor dan pendampingan aktif Kelurahan Tegalgede, distribusi air bersih diharapkan dapat terus berjalan sesuai kebutuhan warga. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau. (sar)